Kabupaten Cilacap Darurat Pedofilia?

Kasus Pedofilia di Kabupaten Cilacap dalam kurun waktu dua tahun terakhir dinilai cukup tinggi. Salah satu indikatornya, berdasarkan data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) CITRA, sejak  tahun 2019 jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Cilacap mencapai 90 kasus.

Yakni dengan jumlah korbannya sebanyak 109 orang dengan rincian korban anak sebanyak 88 orang dan dewasa 21 orang. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin terdapat korban perempuan sebanyak 90 orang dan laki-laki 19 orang.

Demikian disampaikan Asisten Pemerintahan Dan Kesra Sekda Kabupaten Cilacap -Drs. Dian Setyabudi, MM, dalam sambutannya pada Rakor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak atau P2TP2A CITRA tahun 2020, di Kantor Dinas KB PPPA Kabupaten Cilacap, Selasa 03 November 2020.

Lebih lanjut, Dian menjelasakn bahwa pada tahun 2020 ini, sampai dengan tanggal 31 Oktober 2020,  dari data yang masuk, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yaitu sejumlah 78 kasus, dengan jumlah korban sebanyak 126 orang dengan rincian korban anak sebanyak 109 orang dan dewasa 17 orang. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin korban perempuan 80 orang dan laki-laki 46 orang.

Disinggung soal melonjaknya jumlah korban dari kalangan anak laki-laki, Dian mengatakan,  hal ini terjadi lantaran tahun ini terdapat sebuah kasus besar yang terjadi di Kecamatan Cipari. Yaitu pedofilia atau sodomi yang mengakibatkan korban sebanyak  32 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Terkait naiknya jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Cilacap dengan didominasi oleh kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku yang tinggal di lingkungan terdekat mereka, diakuinya membawa keprihatinan tersendiri.

“Terlebih di masa pandemi ini, saat anak-anak seharusnya berada aman di rumah dengan pengawasan dari orang tua, namun kenyataannya justru sebaliknya. Yakni jumlah korban meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Kabupaten Cilacap yang sejauh ini menyandang predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2019 Kategori Madya dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak – Yohana Yembise, dikatakan tidak ingin terlena dengan status tersebut. Olehkarenanya Pemkab Cilacap dalam hal ini meresponnya dengan terus berupaya meningkatkan kualitas kinerja dari program pelayanan yang dilakukan oleh P2TP2A CITRA Kabupaten Cilacap.

“Diantaranya baik berupa layanan informasi, rujukan, konsultasi, laporan, pendampingan, pembinaan dan pencegahan terhadap segala bentuk tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak untuk lebih optimal lagi,” kata Dian.

Sementara itu Kepala Dinas KB PPPA Kabupaten Cilacap – Murniyah mengatakan, sejak tahun 2005, P2TP2A CITRA Kabupaten Cilacap telah memberikan pelayanan yang cukup baik khususnya sebagai tempat aduan dari masyarakat. Mulai dari proses visum, pendampingan, terapi bersama psikolog untuk anak, dan lainnya.

Namun demikian menurutnya diperlukan peranan dari seluruh pihak, khususnya masyarakat untuk bekerjasama dengan P2TP2A CITRA Kabupaten Cilacap, yakni dalam menuntaskan penanganan serta melindungi anak dari bentuk kekerasan. Sehingga nantinya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan tidak menjadi persoalan layaknya fenomena gunung es di Kabupaten Cilacap.

“Fenomena gunung es ini jangan sampai terulang lagi seperti halnya kasus yang terjadi sejak beberapa tahun lalu di Segaralangu Kecamatan Cipari namun baru terungkap tahun ini,” imbuhnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat khususnya orangtua dapat memberikan pendidikan yang baik terhadap anak, dan senantiasa ikutserta dalam mengawasi pola pergaulan anak sehingga dapat terhindar dari kasus pelecehan seksual maupun pedofilia oleh predator anak.

“Jangan takut – takut karena semakin banyak yang laporan bukan berarti jelek, namun justru keberanian masyarakat semakin baik dan kemajuan masyarakat semakin bagus. Sehingga diharapkan kepada masyarakat jika ada yang mengalami kekerasan terhadap anak dan perempuan segera melapor dan akan kami dampingi. Semua layanan kami pastikan Gratis,” pungkasnya.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *