Kasus Positif Covid-19 di Cilacap Masih Tinggi, Doni Monardo Minta Penerapan Prokes Ditingkatkan

CILACAP – Angka konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Cilacap hingga saat ini dinilai masih relatif cukup tinggi. Yakni berdasarkan data per Jumat 04 Desember 2020, total konfirmasi Covid-19 di Cilacap telah mencapai 2366 kasus. Rinciannya, 637 orang masih dirawat, dan 1660 orang dinyatakan sembuh.

Kondisi tersebut diperparah dengan kapasitas ruangan rawat inap yang tersedia disejumlah rumah sakit di Cilacap telah penuh. Sehingga membuat Pemkab harus membuka fasilitas tambahan di salah satu hotel di Cilacap.

Olehkarenanya, hal tersebut dianggap perlu menjadi perhatian serius dari seluruh pihak, khususnya dalam mengoptimalisasi upaya pencegahan maupun penanganan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cilacap.

Demikian disampaikan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 – Doni Monardo, dalam kunjungan kerja BNPB RI ke Kabupaten Cilacap, di Ruang Prasanda Pemkab Cilacap, pada Jumat pagi (04/12/20).

Kendati persentase kematian dari kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cilacap masih dibawah rata – rata nasional, Doni Munardo dalam kesempatannya mengungkapkan, bahwa hal tersebut diharapkan tidak membuat semua pihak terlena atau lengah. Namun tetap fokus untuk menekan angka kasus Covid-19 dengan menggenjot tingkat kedisiplinan prokes diwilayah Kabupaten Cilacap.

“Angka kematian relatif masih dibawah rata – rata  nasional yang 3,1 persen , di Kabupaten Cilacap presentasenya sekitar 2,3 persen. Sebisa mungkin, harus dapat kita tekan angka kematian tersebut.,” kata Doni Monardo.

Salah satu cara yang dapat dilakukan, kata dia, dengan melindungi kelompok rentan. Yakni orang berusia diatas 60 tahun atau lansia dan penderita penyakit komorbid, yang harus mendapatkan diedukasi untuk membatasi kedekatannya terhadap kelompok usia muda yang dianggap memiliki mobilitas tinggi dan berpotensi dapat menularkan Covid-19.

Terkait kedisiplinan, Doni Monardo menegaskan, bahwa jika terdapat oknum yang menganggap Covid-19 tidak berbahaya, harus segera dicegah. Sebab Covid-19 merupakan musuh bersama dari bangsa maupun negara di dunia.

“Sudah berapa masyarakat, baik kepala daerah Gubernur, wakil Gubernur dan lainya yang meninggal dunia. Jangan lagi ada yang mengatakan Covid-19 tidak berbahaya. Jika ada yang menyatakan tidak berbahaya harus segera kita dicegah. Mereka yang menganggap Covid-19 tidak berbahaya, bisa jadi merupakan musuh kita karena mereka bisa menjadi potensi ancaman bagi keselamatan seluruh rakyat dan masayrakat,” tegasnya.

Bupati Cilacap – Tatto Suwarto Pamuji memeberikan sambutannya di ruang Prasanda Pemkab Cilacap Jumat (04/12).

Sementara itu Bupati Cilacap – Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama dengan Tim Penindakan Satgas Penanganan Covid-19 dan seluruh stakeholder terus berusaha meningkatkan pemahaman masyarakat. Yakni terhadap bahaya penyebaran Virus Corona (Covid-19) serta upaya pencegahan dan pengendalian secara masif bagi masyarakat Kabupaten Cilacap.

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap dikatakan Bupati, sejauh ini juga telah melakukan upaya 3 (tiga) T 1 (satu) I (i) yaitu Tresing, Testing,, Tritmen dan Isolasi. Kemudian langkah lainnya, Pemerintah Kabupaten Cilacap pada tanggal 15 September 2020, telah menerbitkan Perda No. 5 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit dan melakukan upaya-upaya dalam rangka mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19.

Diantaranya Pemkab Cilacap juga telah menerapkan sanksi administratif berupa teguran lisan, teguran tertulis, dan penghentian kegiatan serta sanksi pidana berupa denda paling banyak Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) atau pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan untuk pelanggar tidak memakai masker.

“Sedangkan untuk pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan dikenakan denda paling banyak Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) atau pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *