Keluhkan Sesak Napas, Seorang Napiter Meninggal Dunia di Cilacap


CILACAP – Seorang napi kasus terorisme yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan Karanganyar, pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, dilaporkan meninggal dunia pada Senin 31 Agustus 2020, di RSUD Cilacap.

Saat dihubungi tim pemberitaan Bercahaya Fm, Koordinator Lapas Se-Nusakambangan dan Cilacap – Erwedi Supriyatno membenarkan kabar tersebut. Napi kasus terorisme atau Napiter tersebut berinisial J alias AS berusia 34 tahun yang sedang menjalani masa hukuman pidana 3 tahun di lapas Karanganyar Nusakambangan Cilacap.

“Ya memang benar bahwa terdapat satu orang napi terorisme yang meninggal dunia karena sakit,” tutur Erwedi pada Rabu (03/09/20).


Sementara itu Kalapas Karanganyar Nusakambangan – Fikri Jaya Soebing menjelaskan, kronolgis meninggalnya J alias AS ini bermula pada 27 Agustus 2020 yang diiketahui saat itu mengeluhkan sesak nafas kepada petugas. Kemudian mengetahui hal tersebut, petugas meresponnya dengan memberikan sejumlah penanganan medis di poli klinik setempat.

Kendati sudah diberikan bantuan pemeriksaan kesehatan menggunakan infus dan oksigen, kondisi Napiter tersebut dikatakan tidak kunjung membaik. Sehingga dilakukan upaya tindak lanjut untuk membawa J alias AS ke RSUD Cilacap guna mendapatkan penanganan kesehatan secara intensif.

“Selama menjalani perawatan di RSUD Cilacap, Napiter tersebut juga didampingi oleh istrinya,” kata Fikri.

Meskipun sudah mendapatkan perawatan selama lima hari, lanjut Fikri, kondisi J alias AS tidak kunjung membaik. Hingga akhirnya napitet ini dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit TBC yang dideritanya, pada jam 11 malam tepatnya tanggal 31 Agustus 2020.

Mengetahui hal ini, petugas dari Lapas Karanganyar Nusakambangan Cilacap kemudian melakukan proses pemulangan jenazah J alias AS ke daerah asalnya untuk dimakamkan di Kelurahan Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada hari Selasa (1/9).

Fikri menambahkan, meninggalnya J alias AS akibat penyakit TBC juga ditindaklanjuti petugas dengan sejumlah langkah antisipasi maupun pencegahan dari adanya potensi terjadinya penularan penyakit tersebut kepada penghuni Lapas Karanganyar. Yakni dengan melakukan sterilisasi sesuai protokol kesehatan Covid-19 termasuk pengecekan medis kepada warga binaan secara rutin setiap pagi dan sore hari.

“Adanya satu napi yang meninggal dunia ini, menjadikan jumlah penghunii Lapas Karanganyar Nusakambangan Cilacap berkurang, diungkapkan saat ini yang tersisa ada sebanyak 355 orang,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *