Kesal Kekasihnya Di Ganggu, ABK Mengamuk Hingga Ceburkan Rekannya Ke Laut Selatan

CILACAP – Tragedi pertikaian berdarah diatas Kapal Makmur 03 yang sebelumnya diketahui menyebabkan seorang Nahkoda mengalami luka berat, serta  empat Anak Buah Kapal (ABK) dinyatakan hilang tenggelam diperairan Cilacap,  akhirnya terkuak. 

Dalam pers rilis yang digelar dihalaman Mapolres Cilacap, pada Kamis pagi, Kapolres Cilacap –  AKBP Dery Agung Wijaya didampingi Kasat Reskrim – AKP Rifeld Constatien Baba mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku berinisial  MA (27) warga Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara,  nekat melakukan aksi penganiayaan terhadap enam rekannya lantaran merasa sakit hati dan marah atas perlakuan yang seringkali diterimanya. Yakni dari kelakuan rekannya yang dianggap sering mengganggu kekasihnya.

Terkait kronologis kejadian, Kapolres menjelaskan, pada 21 Desember 2020 sekira jam 6 pagi, Kapal Makmur 03 yang berisikan 1 orang nahkoda dan 6 ABK, berangkat dari Pelabuhan di daerah Pacitan menuju Rumpon milik  majikannya bernama Makmur yang terletak di area Perairan Cilacap.

“Setelah 3 hari mencari ikan, pada hari Jumat siang, tepatnya 25 Desember 2020, mereka berada di location E 109⁰ 16.716′ atau di perairan laut wilayah Cilacap,” jelasnya kepada wartawan, Kamis 7 Januari 2021.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan, Nahkoda Kapal – Johan kemudian meminta salah satu rekan  ABK bernama Nelson untuk menggantikan kemudi kapal. Hal ini diketahui karena dia hendak mengkonfirmasi kepada pelaku yang sudah satu hari tidak ikut bekerja memancing ikan dengan alasan sedang sakit.

Tak berselang lama, kata Kapolres, tersangka MA mengamuk dengan membawa pisau dan kanco di kedua tangannya sambil mengejar  para ABK Kapal Makmur 03. Akibatnya, empat ABK yang dikejar tersebut ketakutan dan menceburkan diri ke laut.

“Keempat ABK Kapal Makmur 03 tersebut diantaranya adalah Ikmal, Utan, Blek, dan  Heri,” imbuhnya.

Tidak berhenti disitu saja, lanjut Kapolres menerangkan,  Nahkoda yang berlari ketakutan dan hendak meminta pertolongan melalui alat komunikasi di Kapal Makmur 03, juga menjadi sasaran amukan yang dilakukan oleh MA. Bahkan setelahnya, pelaku juga mendorong Nahkoda tersebut hingga terjatuh ke laut lepas.

Sementara Nelson yang sebelumnya berada di ruang kemudi, diketahui turut mendapatkan sejumlah penganiayaan dari pelaku. Sehingga menyebabkan luka berat dibeberapa bagian tubuhnya.

Mengetahui rekan ABK dan Nahkoda terjun ke laut, dijelaskan Kapolres, maka korban Nelson berusaha lari turun dek kapal,  dan mematikan mesin samping kapal dan bersembunyi di bawah peti kapal. Hingga akhirnya,  pelaku memanggil korban Nelson untuk keluar dari persembunyiannya.

“Ada juga ABK yang kembali menyelamatkan diri, tetapi dilempar batu berukuran agak besar oleh pelaku. Jadi tersisa dua orang di kapal itu. Pelaku dan korban Agustinus Nelson. Karena pelaku tidak mahir mengemudikan kapal, mereka berdua akhirnya berdamai hingga terdampar di Pantai Garut, Jawa Barat,” jelas Kapolres.

Pelaku MA diketahui sempat melarikan diri,  kemudian seorang korban yang tersisa, yakni Nelson turun dari kapal dan meminta bantuan warga sekitar pantai untuk mengamankan pelaku.  Akhirnya pelaku  berhasil diamankan warga dan diserahkan kepada Polsek Cibolang Garut.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka MA dijerat dengan Pasal 351 ayat (2) KUHP. Yakni tentang Tindak pidana Penganiayaan Berat, dengan pidana penjara paling lama lima tahun,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *