Ketok Palu, Usulan UMK Cilacap Tahun 2022 Naik 0,08%

CILACAP – Usulan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Cilacap tahun 2022 sejauh ini telah ditetapkan sebesar 0,08% atau Rp 1.800. Hal ini diketahui usai adanya pertemuan dari berbagai pihak terkait, di aula Disnakerin Cilacap Senin siang.

Diantaranya dikuti Dewan Pengupahan, Badan Pusat Statistik (BPS), Apindo, Dinas Tenaga Kerja dan perwakilan pekerja.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Cilacap Budi Sadewo mengatakan, berdasarkan hasil ketok palu disebutkan usulan UMK Kabupaten Cilacap tahun 2022 masih mengikuti PP Nomor 36 2021 tentang Pengupahan.

Diantaranya disebutkan bahwa upah minimum ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan. Kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan yang dimaksud meliputi variabel paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja dan median upah.

Data pertumbuhan ekonomi, inflasi, paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja dan median upah bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik (BPS).

“Sehingga dalam hal ini untuk jumlah UMK Cilacap yang semula 2.228.904 rupiah akan bertambah menjadi 2.230.704 rupiah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, usulan kenaikan UMK ini menurutnya disambut baik pengusaha. Terutama mereka yang terdampak pandemi Covid-19, dan bagi mereka pengusaha yang baru mulai bangkit disaat pandemi di Cilacap.

Terkait adanya sejumlah penolakan dari serikat pekerja, menurut Budi Sadewo terdapat langkah penyelesaian melalui perusahaan masing-masing.

“Salah satunya adalah SP maupun Bipartit yang memang dapat dilakukan oleh teman teman pekerja maupun pihak perusahaan,” jelasnya.

Sehingga pihaknya menegaskan akan tetap mengikuti hasil dari usulan Dewan Pengupahan yang direkomendasikan kepada Bupati dan Gubernur Jawa Tengah.

Manurut Budi, aturan kenaikan UMK sebesar 1.800 Rupiah diberlakukan bagi pekerja di bawah satu tahun. Sedangkan pekerja yang lebih dari satu tahun menggunakan struktur skala upah yang diterapkan oleh masing-masing perusahaan.

Pihaknya berharap semua pihak dapat menyikapi dengan bijak hasil dari usulan UMK Kabupaten Cilacap 2022. Disisi lain dia juga berharap kondisi pandemi ini dapat segera berakhir.

“Sehingga nantinya dapat menggerakkan roda perekonomian yang stabil diwilayah Kabupaten Cilacap,” pungkasnya.

(Guruh)