Kunjungi Lokasi Kebakaran Kapal di Cilacap,  Menteri Trenggono : Kami Siapkan Bantuan Pinjaman Lunak Total Senilai 162 Miliar  

CILACAP – Musibah kebakaran yang menimpa puluhan kapal nelayan Cilacap mengundang keprihatinan berbagai pihak. Termasuk Menteri Kelautan dan Perikanan – Sakti Wahyu Trenggono yang dalam kesempatannya secara langsung mengunjungi lokasi kebakaran puluhan kapal nelayan di Dermaga Batre, Kelurahan Tambakreja, Kabupaten Cilacap, Rabu (11/05/22).

Turut hadir Bupati Cilacap – Tatto Suwarto Pamuji beserta anggota DPR RI – Tetty Rohatiningsih, Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro, Ketua HNSI Cilacap – Sarjono, dan sejumlah pejabat forkopimda Kabupaten Cilacap serta tamu undangan lainnya.

Menteri Trenggono mengaku sengaja datang untuk melihat kondisi pasca musibah kebakaran kapal. Dikatakan juga bahwa pihaknya turut perihatin atas musibah yang menimpa 54 kapal yang hangus terbakar. Diantaranya di bawah 30 GT (Gross Tonage) dan di atas 30 GT.

Mengenai pemulihan kondisi nelayan, pihaknya mengatakan berdasarkan informasi dari pemilik kapal, dibutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk membangun satu unit kapal dengan jenis yang sama.

Dalam hal ini, kata dia, pemerintah khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah menyiapkan bantuan pinjaman total senilai 162 Miliar kepada pemilik kapal melalui Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP). Hal itu dinilai merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk mengatasi kebakaran kapal tersebut.

“Maksimal yang bisa dilakukan yaitu kita bantu pinjaman lunak, tapi bukan bantuan geratis atau harus dikembalikan. Jadi kita ada BLU yang bisa membantu korban khususnya nelayan maupun pemilik kapal terdampak. Jumlahnya total senilai 162 Miliar,” ungkap Menteri Trenggono.

Dikesempatan yang sama, pihaknya juga memberikan bantuan langsung berupa paket sembako kepada perwakilan dari 500 nelayan yang terdampak, khususnya ABK dari kapal-kapal yang terbakar.

Terkait dengan adanya kejadian musibah kebakaran kapal di Cilacap, dia juga meminta kepada kepala pelabuhan agar di kemudian hari tidak boleh ada perbaikan kapal disekitaran dermaga. 

“Selain itu kapal yang akan diperbaiki harus benar-benar tidak memuat maupun terdapat bahan bakar dan harus dipisahkan dari kapal-kapal lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua HNSI Cilacap sekaligus salah satu pemilik kapal yang terbakar – Sarjono mengaku, bantuan berupa pinjaman lunak yang diberikan tersebut menjadi angin segar bagi nelayan maupan pemilik kapal yang terdampak dari musibah kebakaran.

Adapun terkait pengembalian pinjaman lunak ini, dirinya juga menyatakan siap atau menyanggupi dengan berbagai ketentuan yang nantinya ditetapkan oleh pemerintah.

“Semua dari 500 nelayan maupun ABK maupun Nahkoda saat ini menganggur. Harapan kami ya pemerintah bisa benar – benar memberikan anggaran pinjaman lunak tanpa jaminan. Mungkinkah suku bunganya bisa dibawah KUR dan kalau bisa pengembaliannya nanti jika memang kapal – kapal sudah mulai kembali beroprasi atau melaut,” tandasnya.

(Guruh)