Langkah Cilacap Antisipati Siaga Bencana Kekeringan

Bencana kekeringan yang mulai mengintai sejumlah daerah di Kabupaten Cilacap sejak awal Mei lalu, kini semakin meluas. Bencana kekeringan yang telah ditetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan krisis air bersih pada tanggal 15 Mei hingga 15 Agustus 2018 tersebut, mengundang keprihatinan pemerintah Kabupaten Cilacap.

Berdasarkan data hasil pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap di wilayah Kabupaten Cilacap kini setidaknya terdapat 48 desa yang masuk kategori rawan kekeringan. Hal ini sesuai Prakiraan BMKG Kabupaten Cilacap yang menyebutkan Curah hujan di Cilacap pada bulan Juli 2018 ini berkisar antara 20 – 50 mm per bulan, dengan sifat hujan normal hingga bawah normal. Sebagian besar wilayah Cilacap diprakirakan memiliki sifat hujan di bawah normal, dengan puncak musim kemarau diprakirakan bulan Agustus 2018. Menyikapi kondisi status siaga bencana kekeringan dan krisi air bersih ini, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulya Rahman kepada wartawan mengakui berbagai langkah antisipasi dini telah dilakukan pemerintah kabupaten Cilacap, bersama seluruh elemen masyarakat dengan mengirim tangki-tangki air bersih ke lokasi daerah rawan kekeringan.

Sebagai langkah jangka panjang untuk mengantisipasi status siaga kekeringan dan krisis air tersebut, pemerintah kabupaten Cilacap dengan koordinasi pemerintah pusat akan memperbaiki dan menambah jaringan-jaringan irigasi dan mengembangkan jaringan pipa PDAM menuju daerah-daerah rawan kekeringan.

Wakil Bupati Cilacap, Samsul Aulya Rahman meminta kepada masyarakat dengan difasilitasi aparatur pemerintahan desa, agar mengajukan permohonan bantuan air bersih untuk segera ditindak lanjuti BPBD Kabupaten Cilacap dengan koordinasi PDAM dan PMI Kabupaten Cilacap, untuk mengirimkan kendaraan trek tangki air bersih menuju lokasi./ (ap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *