Launcing Aplikasi SAR, Kapolda Jateng : Keselamatan Rakyat Menjadi Hukum Tertinggi

CILACAP – Kapolda Jateng Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi meminta seluruh jajaran kepolisian di wilayah kerjanya, termasuk Kabupaten Cilacap untuk senantiasa dapat menindak secara tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar pembatasan yang sebelumnya telah ditetapkan. Yakni sesuai impres no 6 tahun 2020 tentang percepatan penanganan maupun penegakkan hukum dalam masa new normal saat ini.

Hal tersebut terungkap pada kegiatan launcing sejumlah program inovasi dari Polres Cilacap dalam meningkatakan kualitas pelayanan dan kinerjanya.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Mapolres Cilacap, pada Rabu pagi ini, turut dihadiri Bupati Cilacap – Tatto Suwarto Pamuji, Ketua DPRD Cilacap Taufik Nurhidayat, Forkopimda, dan sejumlah tamu undangan.

Lebih lanjut, Kapolda menegaskan, bahwa pentingnya langkah penegakkan hukum semata-mata untuk menjaga kesehatan masyarakat dari penyebaran virus Covid-19. Terlebih menurutnya keselamatan rakyat kini menjadi prioritas utama dan hukum tertinggi. Olehkarenanya penegakkan operasi Yustisi prokes diminta untuk dapat dilaksanakan secara optimal.

Operasi yustisi tersebut ditekankan dalam prakteknya lebih bertujuan untuk mendekatan masyarakat, khususnya pada kebiasaan hidup baru atau new normal saat ini.

“New Normal yang kita maksudkan, kita harus bersama – sama dengan Covid -19 itu sendiri. Tentunya dengan mengikuti Prokes, ketentuan kebijakan dari Pemerintah,” jelas Kapolda Jateng Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi.

Terkait inovasi dari Polres Cilacap berupa Aplikasi Sar, layanan Q-RIS, Jalungmas, dan Team Terkam Garuda Nusakambangan Cilacap, Kapolda mengungkapkan, bahwa Aplikasi SAR tersebut dinilai dapat menjadi salah satu trobosan baru yang cukup baik. Terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang dapat meminimalisir potensi terjadinya kerumunan.

“Aplikasi Inovasi dari Polres Cilacap merupakan salah satu sarana mengkikis kegiatan yang mempunyai potensi bergerombolnya atau tidak displinya masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu Kapolres Cilacap – AKBP Dery Agung Wijaya, S.I.K.,S.H.,M.H mengatakan, bahwa Terkam atau Tim Garuda Nusakambangan hadir sebagai pertolongan pertama jika ada masyarakat yang membutuhkan. Kemudian Terkam dikatakan juga disinergikan bersama instansi lain yang terkait. Seperti Basarnas, Pemadam Kebakaran, TNI-Polri dan seluruh instansi terkait.

Dengan adanya Team Terkam Garuda Nusakambangan ini, lanjut Kapolres, melaksanakan tugas di seluruh wilayah Cilacap dengan Posko Operator berada di Pos Polisi Alun-Alun sebagai Central Team Terkam Garuda Polres Cilacap. Saat ini Tim Terkam Garuda Nusakambangan sendiri berjumlah 20 orang untuk wilayah kota, dan 10 orang di setiap distrik Polres Cilacap.

“Aplikasi SAR Polres Cilacap, dikatakan menjadi Call 911 nya Kabupaten Cilacap. Dalam hal ini dihadirkan sebagai sarana untuk mengakses berbagai informasi dari masyarakat. Kemudian untuk sistem Q-RIS, dibentuk guna menghindari terjadinya kerumunan dalam memberikan pelayanan dalam pembayaran SKCK di Polres Cilacap,” kata Kapolres Cilacap AKBP Derry Agung Wijaya, S.I.K.,S.H.,M.H

Kapolres menambahkan, untuk Jalungmas adalah salah satu trobosan terbaru terkait informasi lalu lintas di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.

“Jalungmas sendiri adalah sebuah singkatan dari Jalane Aman, Lalu Lintase Unggul, Masyarakate Slamet. Program tesebut diantaranya mengajak masyarkat Cilacap untuk senantiasa mentaati peraturan lalu lintas dan mengedepankan keselamatan dalam berkendara,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *