Makin Kumplit, RSUD Cilacap Punya Laboratorium PCR Covid-19

Pemerintah Kabupaten Cilacap kembali menunjukkan keseriusannya dalam menangani Covid-19. Yakni dengan merealisasikan pembangunan Laboratorium Biomolekular untuk keperluan rapid tes maupun PCR COVID-19. Laboratorium tersebut, secara resmi telah beroperasi menyusul pembangunan prasarana ini selesai pada 3 Oktober 2020 lalu, dan diresmikan penggunaannya oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, pada Kamis pagi  tepatnya 8 Oktober 2020.

Pembangunan laboratorium ini merupakan tindak lanjut atas Keputusan Menteri Kesehatan R.I Nomor : HK.01.07/MENKES/405 2020 tanggal 1 Juli 2020, tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Untuk Kabupaten Cilacap, laboratorium ini ditargetkan dapat melayani 241 pemeriksaan rapid test-PCR per hari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap sekaligus Plt. Dirut RSUD Cilacap –  Pramesti Griana Dewi menjelaskan, untuk tahap awal laboratorium PCR yang terletak di lantai 2 Gedung B RSUD Cilacap ini, dapat melakukan pemeriksaan untuk 180 spesimen, yang terbagi dalam 2 running. Selanjutnya secara bertahap, dikatakan, pelayanan dan kebutuhan sumber daya akan terus ditingkatkan untuk memenuhi target tersebut.

“Dengan adanya laboratorium ini,   hasil PCR dapat diketahui hanya dalam waktu 3 jam. Kendati gratis, namun pada tahap ini Laboratorium tersebut hanya melayani pemeriksaan specimen untuk suspek dan kontak erat. Sedangkan untuk mandiri masih belum dapat dilakukan,” kata dr. Pramesti.

Bupati Cilacap – Tatto Suwarto Pamuji berharap, layanan ini dapat mendukung percepatan pelaksanaan kegiatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap. Dengan demikian penyampaian hasil pemeriksaan dapat diterima dengan cepat sehingga pengendalian COVID-19 dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Sebagai informasi, pengadaan sarana dan prasarana fisik Laboratorium PCR dilaksanakan oleh CV. Mustika Jaya Wajendra selama 30 hari kalender dengan nilai perkiraan biaya sebesar  850 juta rupiah. Adapun pelaksanaannya selama 30 hari kalender mulai 3 September sampai 3 Oktober 2020.

Sedangkan Pengadaan Alat Kesehatan PCR oleh PT. Dexa Arfindo Pratama pada periode waktu yang sama, dengan nilai perkiraan biaya mencapai  3,4 Miliar. Seluruh pelaksanaan proses pengadaan barang/jasa tersebut dilaksanakan dengan penunjukan langsung.

Mekanisme ini dipilih sesuai Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Peraturan LKPP Nomor 13 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Dalam Penanganan Darurat dan Surat Edaran LKPP Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penjelasan Atas Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dalam Rangka Penanganan COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *