Membandel, Puluhan PGOT Ditertibkan Satpol PP Cilacap

CILACAP – Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kabupaten Cilacap kembali merazia puluhan Pengemis, Geladangan, dan Orang Terlantar, atau PGOT yang biasa beroprasi dikawasan lampu merah wilayah kota Cilacap. Mereka digaruk lantaran mengganggu ketertiban umum bagi pengendara yang melintas, disamping itu terdapat beberapa diantaranya kedapatan tidak mengenakan masker.

Kepala Satpol PP Cilacap – Yuliaman Sutirsno mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil rekap data sejak awal tahun 2021 sampai saat ini, ada sebanyak 47 orang yang berhasil ditertibkan. Rinciannya adalah 8 anak punk, 15 pengemis, 3 gelandangan, 5 Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ, dan 16 orang pengamen.

Selain itu dikatakan Yuliaman, bahwa penertiban umum juga menyasar pada banner maupun spanduk liar yang dinilai telah menyalahi aturan. Hasilnya ada sebanyak 155 Baner dan Spanduk yang diturunkan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Cilacap.

“Yang terbaru kami amankan Manusia Milenium yang memang kerap kedapatan mengamen di perempatan lampu merah. Kalau kemarin itu di sekitaran perempatan pasar Sidodadi Cilacap,” imbuhnya.

Terkait penanganannya, Satpol PP Kabupaten Cilacap turut melibatkan peran dari lintas sektoral. Seperti BNNK Kabupaten Cilacap, Dinas KB PPPA maupun TNI POLRI. Hal ini tentunya dilakukan sesuai dengan penegakan peraturan daerah nomor 26 tahun 2003 tentang K3 atau Kebersihan, Keindahan dan Ketentraman.

“Kami yang memiliki fungsi menjaga ketertiban umum, menindaklanjuti kondisi tersebut dengan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk tes narkoba bersama BNNK kepada pengamen atau anak punk, kemudian untuk mereka yang terjaring masih berusia anak – anak akan kita sinergikan pembinaannya bersama Dinas KB PPPA Cilacap, dan ODGJ biasanya dengan sejumlah pihak rumah sakit,” ungkapnya.

Dijelaskan bahwa, mereka yang terjaring langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan. Selain itu para pelanggar diminta untuk menandatangani surat pernyataan tidak akan mengamen dan mengemis lagi di tempat umum. Serta senantiasa akan mamatuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker.

“Dalam mewujudkan Kabupaten Cilacap yang tertib K3 maka diharapkan masyarakat dapat ikut melaporkan segala tindak pelanggaran kepada petugas. Khususnya pelanggaran yang kerap terjadi di trotoar maupun lampu merah,” tandasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *