Nekat Simpan dan Edarkan Sabu, Petugas Lapas Purwokerto Dibekuk Polisi

CILACAP – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) diwilayah Purwokerto Banyumas harus berurusan dengan pihak kepolisian. Hal ini lantaran TW pria berusia 35 tahun asal Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, diketahui menyimpan narkotika jenis sabu seberat 20,93 gram. Bahkan dia dididuga bertindak selaku pengedar narkoba disekitaran wilayah Barlingmascakep.

Dalam pers rilis yang digelar di halaman Mapolres Cilacap, pada Senin, 14 Juni 2021, Kapolres Cilacap – AKBP Leganek Mawardi mengungkapkan, penangkapan TW dilakukan diluar Lapas atau tempat kerjanya. Sementara terkait hasil pengembangan, sejauh ini polisi telah menulusuri kemungkinan adanya jaringan peredaran narkoba di dalam Lapas.

Selanjutnya, dikatakan hasil dari pemeriksaan yang telah dilakukan, tersangka TW juga diketahui memiliki peranan penting dalam lingkaran bisnis barang haram tersebut. Yakni menyimpan sekaligus mendistribusikan sabu – sabu.

Terkait peredaran sabu dari TW sendiri, diduga turut mengincar berbagai sektor. Yakni bukan hanya kepada para narapidana, namun juga  masyarakat umum yang dijadikan sasarannya. Dalam praktiknya, TW diketahui menjual sabu dengan kemasan kecil-kecil.

Hal ini dibuktikan dengan adanya barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Diantaranya dari tangan tersangka diamankan  sabu-sabu seberat 20,93 gram.

“Tidak menyangka pihak yang bersangkutan adalah PNS, setelah kita lakukan penggrebekan barulah terungkap. Dia sebagai operator, menyimpan dan mendistribusi narkoba, tidak hanya ke sekitar lapas tapi mengedarkan ke masyarakat umum sampai Cilacap juga, BB nya sekitar 20 gram sabu,”” jelas Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi yang turut didampingi oleh Kepala BNN Kabupaten Cilacap AKBP Windarto.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, TW dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun dan denda 10 milyar.

Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana paling singkat 6 tahun paling lama 20 tahun dan denda 10 Milyar ditambah sepertiganya.

Kemudian Primer pasal 196 Junto pasal 98 ayat 2 dan ayat 3 sub pasal 198 Junto pasal 108 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun dan denda 1 milyar.

“Ini pelajaran untuk kita semua, dan kami berkomitmen untuk terus memerangi peredaran Narkoba khususnya diwilayah Kabupaten Cilacap,” tandasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *