Nelayan Cilacap Keluhkan Adanya Limbah Medis Berserakan Di Pantai Teluk Penyu

Masyarakat Pandanaran, Kecamatan Cilacap, Kabupaten Cilacap  yang bekerja sebagai nelayan, mendadak dikejutkan atas temuan sejumlah tumpukan sampah medis di pantai Teluk Penyu Cilacap, pada Sabtu (07/11/20).

Limbah medis ini pertamakalinya ditemukan oleh nelayan setempat bernama Sapon, yakni warga RT 01/ RW 15, Pandanaran, Kelurahan Cilacap, Kabupaten Cilacap.

Pihaknya menuturkan,  penemuan tersebut berawal pada saat dirinya sedang mencari barang bekas atau rongsok dibibir pantai teluk penyu, yakni sekitar jam 8 pagi.

Dari lokasi tersebut, kata dia, didapatkan beberapa obat – obatan yang telah kadaluarsa dan dinilai dapat membahayakan kesehatan masyarakat sekitar. Olehkarenanya, dia berinisiatif untuk mengamankan limbah tersebut dari jangkauan anak – anak. Bahkan beberapa diantaranya terdapat botol berisi cairan infus maupun obat – obatan yang kemudian dibuang isinya.

“Saya menemukan beberapa limbah medis ini disekitaran bibir pantai Teluk Penyu. Kemudian ada beberapa botol yang berisi cairan saya kosongkan dan beberapa saya bawa pulang ke rumah,” kata Sapon. 

Ketua Kelompok Nelayan Pandanaran Kabupaten Cilacap – Tarmuji (kanan) bersama Sapon (kiri).

Terpisah, Ketua Kelompok Nelayan Pandanaran Cilacap – Tarmuji mengatakan, bahwa pihaknya setelah mendapatkan informasi mengenai penemuan limbah  medis tersebut, kemudian melakukan peninjauan kelokasi dan berkunjung ke rumah milik anggota nelayan Pandanaran tersebut. 

Disinggung mengenai temuan tersebut, Tarmuji mengakui, semua limbah medis sejak pertamakali ditemukan masih dalam kondisi tersegel rapih. Namun demikian hal ini dinilai sangat disesalkan oleh masyarakat pesisir Teluk Penyu lantaran bepotensi dapat mebahayakan kesehatan jika disalahgunakan dan tentunya berdampak terhadap kelestarian lingkungan.

” Jenisnya kami belum tahu pasti, tapi memang sudah expired dalam kondisi masih rapih dan tersegel. Bentuknya ada tablet, botol semacam infus, cairan pembersih, gulungan perban dan salep. Menurut kami ini sangat mengkhawatirkan juga kalau sampai nelayan yang tidak tahu, kemudian membawa limbah medis kerumah dan diambil oleh anaknya. Tentunya berpotensi sangat berbahaya kalau masih berceceran di bibir pantai dan diambil anak – anak,” kata Tarmuji ketika dikonfirmasi tim pemberitaan Radio Bercahaya FM pada Sabtu pagi.

Setelah beberapa jenis temuan ini diperiksa, Tarmuji menduga limbah medis yang banyak ditemukan dibibir pantai berasal dari salah satu kapal besar. Menyusul terdapat beberapa produk yang dinilai biasa digunakan untuk kebutuhan medis pada kapal besar.

“Kalau selama ini, baru kali ini terjadi dan jumlahnya cukup banyak. Kalau dari lebelnya yang bertuliskan marine, kemungkinan produk itu sangat dekat dengan kapal,” bebernya.

Dari kejadian ini, pihaknya juga  mendorong Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui dinas terkait untuk dapat menelusuri asal limbah medis tersebut. Sehingga nantinya dapat memberikan sosialisasi terkait pembuangan limbah medis dan harapannya kejadian serupa tidak terulang kembali di pantai Teluk Penyu.

“Mudah – mudahan dari adanya kejadian ini, dari pihak maupun dinas terkait dapat menyampaikan sosialisasi untuk arahan dan himbauan agar tidak membuang obat – obatan disembarang tempat,” kata Tarmuji.

Tarmuji menambahkan, untuk mengantisipasi dampak berbahaya dari berbagai limbah medis yang ditemukan di pantai Teluk Penyu Cilacap, pihaknya bersama masyarakat setempat melakukan upaya preventif berupa pemusnahan barang tersebut.

“Limbah medis ini kami pastikan untuk selanjutnya akan dimusnahkan,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *