Oktafira Mariana, Kartini Masa Kini Penegak Perda Dari Cilacap

CILACAP – Bila berbicara tentang emansipasi wanita, benak kita langsung terbayang sosok Raden Ajeng Kartini, salah satu pahlawan wanita nasional Indonesia. Memang, Kartini sangat identik dengan sanggul dan kebaya yang menjadi ciri khas pahlawan wanita asal Rembang Jawa Tengah ini.

Namun, bukan hal tersebutlah yang membuatnya mampu dikenang bangsa ini, melainkan buah pemikirannya dalam memperjuangan kaum wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas.

Semangat perjuangan seorang wanita, dapat dinilai dan diukur dengan berbagai cara. Di Cilacap, ada sosok perempuan tangguh yang memberi gambaran kepada kita tentang perjuangannya untuk mengabdikan diri kepada Bangsa dan Negara serta masyarakat. Berikut simak hasil laporan Tim Bercahaya FM dalam sosok Kartini Masa Kini.

Hari ini,  bertepatan dengan momen Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April, diharapkan semangat emansipasi wanita dalam wujud kemandirian selalu terpatri dalam benak para perempuan tangguh masa kini. Hari Kartini tak hanya lagi diperingati secara seremonial semata, melainkan momen yang tepat untuk tumbuh bersama dalam emansipasi membangun kemandirian demi menggapai kesejahteraan hidup.

RA Kartini dikenal sebagai perempuan tangguh yang memiliki keinginan kuat untuk menjadikan perempuan bangsa cerdas, mandiri, serta mampu mengatasi berbagai persoalan dalam hidup. Buah pemikiran dan perjuangannya tersebut kini dapat kita lihat pada sosok perempuan tangguh berusia 42 tahun, bernama Oktafira Mariana.

Wanita yang akrab dipanggil Fira ini, merupakan segelintir wanita tangguh yang berprofesi sebagai ujung tombak penegakakan Peraturan Daerah atau Perda di Kabupaten Cilacap.  Pengabdiannya menjadi honorer selama 13 tahun di Satpol PP Kabupaten Cilacap, banyak menyiratkan berbagai hal unik pada jalan hidupnya.

Oktafira Mariana ketika menjalankan aksinya memanusiakan manusia. (dokumentasi sebelum pandemi)

Terik matahari yang begitu panas maupun dinginnya malam dimasa pandemi tak menyurutkan langkahnya, menuntaskan kewajibannya menegakkan perda. Bahkan tak sedikit rintangan kerap ditemuinya.

Berbekal rasa ingin memanusiakan manusia, segala cibiran, makian, hingga ludahan dari mereka pun dibalas Oktafira dengan sikap humanisme, tersenyum diikuti doa terbaiknya. Kecintaan terhadap dunia kerja lapangan ini,  membentuk serta memanggil jiwanya untuk selalu merangkul orang lain untuk bangkit bersama. Bahkan yang mencengangkan berbagai orang dengan gangguan jiwa  yang ditemuinya selama bertugas,  tak luput dari sikap kepeduliannya.

Yang namanya orang kan beda beda, ada yang mendukung karena faham tapi juga masih ada yang mencaci maki, sumpah serapah dan pernah saya juga di ludahin pedagang. Tapi saya tetap tenang dan membantu mereka mebereskan dagangan untuk dipindahkan pada tempat semestinya. Saya terus terang ingin memanusiakan manusia dan paling tidak tega ketika mengurus ODGJ wanita yang sedang hamil dan dulu sempat kami rawat” ungkap Oktafira.

Dimasa pandemi,  Oktafira yang aktif melawan Covid-19 melalui berbagai program kerjanya,  ternyata sempat menjadi korban dari ganasnya virus asal Wuhan China. Namun demikian berkat usaha dan semangatnya yang tinggi, mampu membawanya pada hasil kesembuhan.

“Jadi kami kan dulu dan memang sampai saat ini selalu lebih sering dilapangan untuk menegakan Perda, termasuk protokol kesehatan Covid-19. Nah dulu tahun 2020 saya sempat kena tapi saya tetap yakin sama Allah dan berusaha. Akhirnya setelah itu saya sembuh dan sampai sekarang sudah dua kali ikut vaksin Covid-19 dan dapat sertifikatnya,” kata Oktafira.

Sampai saat ini, jerih payah dari ketulusannya serta semangatnya membangun manusia jadi lebih baik, membawa Oktafira Mariana berstatus sebagai pegawai negeri sipil di Satpol PP Cilacap. Bahkan kini dirinya menyandang pangkat 3b penata muda TK I, Jabatan polisi pamong praja ahli pertama. Tak hanya itu sederet prestasi pun mampu diraih Satpol PP Cilacap yang tak lepas dari peran serta dukungan dirinya bersama rekanan lainya.

Top 45 Inovasi Tingkat Nasional Tahun 2019 (Balakar To Response Time), Juara I Kawasan Tertib Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018, Juara III Penegakan Perda Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018, Juara Harapan II Jambore Pol PP Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019, Juara Harapan II Linmas Got Talent Tahun 2019.

Dalam momen peringatan Hari Kartini ini, Oktafira sempat menyelipkan sekelumit pesan agar kaum wanita tetap tegar dan selalu mengutamakan rasa syukur dalam keadaan apapun.

“Harus kuat dan tetap sadar dengan kodrat sebagai wanita sebagaimana mestinya, jangan pernah lelah untuk menjadi orang yang baik,” kata Oktafira.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *