Optimalisasi Layanan, UPT Damkar Cilacap Ciptakan Inovasi Satkartaru

CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap terus mendorong percepatan serta optimalisasi program kerjanya. Kali ini sejumlah inovasi kembali dihadirkan guna meningkatkan layanan kepada masyarakat. Seperti UPT Damkar pada Satpol PP Cilacap yang berhasil menelurkan inovasi terbarunya berupa Stasiun Pemadam Kebakaran Terpadu (Satkartaru).

Dalam pers rilisnya yang digelar di Kantor Dinas Satpol PP Cilacap, pada Senin 17 Mei 2021, Kepala Satpol PP Cilacap – Yuliaman Sutrisno menyampaikan, bahwa Stasiun Pemadaman Terpadu dibentuk untuk menjawab sejumlah persoalan yang selama ini masih ditemui dalam memberikan layanan terhadap masyarakat.

Diantaranya, keterbatasan sarana maupun prasarana pendukung, serta minimnya jumlah sumber daya manusia yang dimiliki. Termasuk belum optimalnya dukungan CSR dari berbagai perusahan swasta dan masih tingginya nilai kerugian akibat kebakaran di Kabupaten Cilacap.

Secara garis besar, lanjut Yuliaman, Satkartaru diantaranya berisikan gabungan dari seluruh potensi pemadam kebakaran yang ada, baik yang dimiliki pemerintah daerah maupun unsur BUMN, swasta dan relawan untuk membantu pemerintah melaksanakan kewajiban melayani masyarakat terkait pemadam kebakaran.

“Melihat permasalahan itu kami mempunyai gagasan menyodorkan dan menggandeng perusahaan yang mempunyai kemampuan pemadam kebakaran dan ada di Cilacap, meliputi Pertamina RU IV, Terminal Bahan Bakar Pemasaran Pertamina, Pelindo, Bandara Tunggul Wulung, S2P PLTU Karangkandri, Indonesia Power PLTU Adipala dan lainnya untuk bersinergi membantu pemerintah dalam penaggulangan kebakaran. Caranya dengan membuat satkartaru yang nantinya kita akan bikin MOU antara Pemda dan perusahaan yang ada,” jelasnya Yuliaman didampingi Kepala UPT Damkar Cilacap – Supriyadi.

Ditanya soal kinerja, menurutnya selama ini kerja sama dalam menangani kebakaran di Cilacap sudah berjalan. Namun demikian, masih ada benturan aturan di masing – masing perusahan dalam mrespon kasus kebakaran. Alhasil upaya pemadaman suatu kebakaran kerap mengalami kelambatan.

Oleh sebab itu, keberadaan Satkartaru tersebut dinilai menjadi salah satu metode yang tepat serta efektif dalam memangkas panjangnya alur birokrasi. Terlebih nantinya bakal diperkuat dengan terbitnya peraturan bupati atau Perbup, yang bersifat mengikat terhadap seluruh potensi damkar yang ada, yakni untuk dapat memberikan layanan kepada masyarakat.

“Dengan upaya ini, kegiatan penaganan kebakaran diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan tidak menimbulkan kerugian besar,” imbuhnya.

Yuliaman menambahkan, untuk mengatasi keterbatasan petugas pemadam kebakaran, Pemkab Cilacap akan melibatkan relawan-relawan pemadam kebakaran.

“Saat ini di Cilacap terdapat 118 relawan dan diperkirakan akan meningkat terus jumlahnya,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *