Panen Cabe Melimpah, Petani Dayeuhluhur Pilih Menjual Ke Jawa Barat

Aksi demo biasanya dilakukan pengunjuk rasa untuk menyuarakan aspirasi atau tuntutan dengan cara show of force atau menarik perhatian. Ternyata kebiasaan seperti itu tidak digunakan para petani yang menanam cabe merah di Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur.

Mengetahui cabe merah dihargai murah oleh para tengkulak lokal, para petani cabai merah melancarkan aksi demonya dengan menjual hasil panen keluar daerah. Mereka sengaja  melakukannya lantaran harga penjualan cabe  di Jawa Barat lebih menjanjikan para petani.

Kepala Desa Hanum – Ruswadianto mengatakan, kondisi tersebut sebenarnya sudah sering terjadi. Selain faktor perbedaan nilai jual beli yang mencolok, katanya wilayah pemasaran cabe di Jawa Barat cukup luas bahkan mampu merambah pasar diwilayah kota Bandung.

Katanya, belakangan ini petani di Desa Hanum dalam seminggu mampu meproduksi hasil panennya hingga 60 ton. Kendati demikian rendahnya nilai jual ditingkat pasar lokal maupun tengkulak, membuat petani merugi. Ia menggambarkan, cabe merah hanya dipatok sekitar 4 ribu rupiah kilogramnya.

“Kemarin itu petani Cabai sangat hancur. Karena dijual hanya 4 ribu per kilogram. Jadi dijual keluar daerah yang lebih menjanjikan, seperti Jawa Barat yang pasarnya luas sampai ke Bandung,”jelas Ruswadianto.

Rusdianto menambahkan, pemerintah melalui dinas instansi terkait harus ikut campur untuk mengatasi persoalan ini. Sebab, jika dibiarkan akan semakin banyak petani yang keluar daerah untuk menjual hasil produksinya. (Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *