Pasca Kebakaran, Ratusan Pedagang Pasar Kroya Akan di Relokasi Di Terminal Karangmangu

CILACAP – Pasca kebakaran hebat yang menghanguskan ratusan kios di Pasar Kroya Cilacap pada 23 Desember lalu, Pemkab Cilacap berencana akan segera membangun pasar darurat. Hal tersebut di sampaikan Sekretaris Daerah Farid Ma’ruf usai melaksanakan rapat koordinasi bersama Paguyuban pedagang Pasar Kroya Cilacap, Senin (27/12/21) di Kantor Kecamatan Kroya.

Rencananya, pasar darurat tersebut akan di bangun di Terminal Karangmangu.  “Yang paling memungkinkan untuk Pemda itu bisa menganggarkan lewat Belanja Tidak Terduga APBD, namun ini nanti di tahun 2022, karena kan ini kebakaran serba mendadak jadi belum kita anggarkan,” kata Sekda.

“Mudah – mudahan para pedagang mau rembugan lagi dan mau disana. Kalau memang mau disana, nanti dari DPKUKM dengan PUPR akan mendesaign berapa sih kapasitas yang di terminal itu, baru kita proses untuk penganggaran,” tambah Sekda.

Menurut Sekda, saat ini prioritas yang ditangani ialah mendirikan pasar darurat terlebih dahulu, sehingga para pedagang bisa berjualan kembali, dan kebutuhan sembako dari masyarakat Kroya bisa tercukupi. Sedangkan penanganan ada di pihak ke 3 karena kontraknya hingga tahun 2032.

“Kalau pedagang kan tadi 550 harus masuk semua, kan yang di terminal Karanfgmangu, pedagang harus konsisten. Kalau itu di jalan gak akan cukup, jadi nanti gak kondusif. Jadi usulannya di Karangmangu, nanti angkot dan bus diarahkan ke karangmangu,” ujar Sekda.

Ketua Paguyuban Pasar Kroya, Ormat mengatakan bahwa usulan pasar darurat yang akan di tempatkan di Terminal Karangmangu Kroya dinilai kurang di setujui oleh para pedagang. Hal tersebut lantaran berdasarkan pengalaman sebelumnya, di lokasi tersebut dinilai kurang startegis.

“Karena pengalaman yang dulu di Karangmangu itu para pedagang pada kolep, hampir 80 persen kolep. Termasuk saya pribadi bablas modalnya,” ujarnya.

Ormat mengatakan, bahwa keinginan para pedagang pembangunan pasar darurat di tempatkan di depan SPBU Kedawung, namun tanah tersebut milik warga.

“Pemilik tanah tersebut di ajak rembugan, kenapa? Karena Pemda sendiri tidak bisa menyewa karena takut menyalahi aturan, tapi paling tidak ada pendekatan yang punya tanah tersebut, karena pedagang kalau untuk menyewa sama sekali tidak mampu, ini aja kerugiannya luar biasa,” kata Ormat.

 Para pedagang juga meminta agar pasar Kroya segera direnovasi. Dan untuk sementara waktu sebelum direlokasi ke pasar darurat, para pedagang mendirikan lapak di sekitar pasar dan gang jalan sekitar seperti jalan menuju kantor pos serta jalan di sebelah Kantor Pegadaian.

Kebakaran hebat pasar Kroya menghabiskan sebanyak 574 kios, yang terdiri dari pedagang kios sebanyak 189 orang, pedagang los sebanyak 335 orang, dan pedagang luar los sebanyak 50 orang.

Sedangkan bangunan yang terbakar hampir 80% dari bangunan yang ada,  dengan perkiraan kerugian total sementara, mencapai RP. 50 Milyar. (tan/bercahayafm)