Pedagang Pasar Tradisional Keluhkan Harga Minyak Goreng Rp 14 ribu di Ritel Modern

CILACAP – Pedagang pasar tradisional mengeluhkan kebijakan pemerintah yang menetapkan harga minyak goreng yakni seharga Rp 14 ribu perliter sejak sepekan lalu.

Kebijakan tersebut tentunya sangat merugikan para pedagang pasar tradisional dan warung rumahan. Lee yong salah satu pedagang di pasar gede cilacap mengatakan, pihaknya tidak dapat menurunkan harga sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Mengingat modal yang di keluarkan untuk membeli minyak goreng dari distributor sekitar Rp 19 ribu, dan Ia harus menjual dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu perliter.

“Harganya seliter saya masih Rp 21 ribu, kalo yang dua liter Rp 42 ribu. kalau kita mengikuti ya ga bisa ya, karena kan kita dapetnya agak mahal, kalo dijual Rp 14 ribu perliter ya rugi,” katanya, Selasa (25/1/22).

Hal senada juga di sampaikan oleh Pinah, Ia mengatakan semenjak di berlakukannya kebijakan satu harga minyak goreng, membuat masyarakat enggan membeli minyak goreng di pasar tradisional.

Padahal Ia sudah menyetok banyak minyak goreng, sampai saat ini saja masih tersisa sekitar 10 karton minyak goreng yang belum terjual.

“Pembelinya gak ada, paling mereka dateng tanya, dateng tanya udah. kalo subsidi kaya gini kan harusnya yang di pasar – pasar, jangan yang di toko – toko besar, itu kan udah kaya raya, lha kalo seperti saya, pedagang kecil, saya sendiri bingung ini harus bagaimana,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan kebijakan satu harga minyak goreng sebesar Rp14 per liter yang dimulai sejak Rabu, 19 Januari lalu, namun khusus ritel yang tergabung dengan Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia). (tan/bercahayafm).