Pekerja Pertamina Unjukrasa Tolak Pengalihan Bisnis LNG

Aksi teatrikal para serikat pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma.

Ratusan anggota Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma atau SPPPWK Cilacap menggelar aksi unjukrasa di halaman gedung Head Office Pertamina RU 4 Cilacap. Aksi ini untuk menolak keputusan pemerintah terkait pengalihan bisnis gas alam cair atau LNG – Liquefied Natural Gas ke Perusahaan Gas Negara atau PGN.

Penolakan dilakukan, sebab keputusan pengalihan itu dinilai berpotensi mengakibatkan negara mengalami kerugian dengan nilai yang fantastis.

Sekjen SPPPWK Cilacap – Dwi Jatmoko menyatakan, keputusan pemerintah tersebut sama saja dengan upaya pengkerdilan Pertamina. Tuntutannya adalah agar bisnis LNG tetap dikelola secara berdikari oleh negara, sehingga 100 persen keuntungannya digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dwi menilai, LNG merupakan bisnis masa depan perusahaan yang harus dijaga dan dipertahankan esksistensinya. Karenanya, Serikat Pekerja Pertamina bertekad untuk mempertahankan proses bisnis LNG pada Pertamina. Aksi penolakan keputusan pengalihan bisnis LNG kepada PGN ini juga berlangsung dihampir semua wilayah operasi pertamina se-Indonesia.

Tuntutan yang sama agar keputusan pemerintah tersebut ditarik kembali, karena pengalihan bisnis ke PGN hanya akan menguntungkan perusahaan swasta dan asing. Apalagi kepemilikan saham publik di PGN yang sebesar 43,04 persen.

Selain keputusan pengalihan bisnis LNG, ratusan massa SPPPWK juga menolak perpanjangan kontrak kerja di wilayah kerja blok migas Corridor di Sumatera Selatan kepada ConocoPhilips. Aksi yang diikuti sekitar 500 anggota SPPPWK ini berlangsung dalam kawalan ketat aparat keamanan. (Rin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *