Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Cilacap Kembali Ditunda

CILACAP – Sejumlah sekolah di Kabupaten Cilacap terus melakukan persiapan guna menyongsong tahun ajaran baru. Sejauh ini diketahui ada  total 162 sekolah yang sudah dinyatakan siap dengan mengantongi surat ijin dari Bupati. Rinciannya, ada 131 sekolah SD, dan sisanya sebanyak 31 sekolah pada jenjang SMP. Namun demikian, proses pembelajaran tatap muka atau PTM di tahun ajaran baru 12 Juli 2021 mendatang, terancam kembali ditunda lantaran melonjaknya kasus Covid-19 di Cilacap.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Cilacap, melalui Kabid Pendidikan Dasar – Kastam mengungkapkan, berdasarkan perkembangan saat ini, Pembelajaran Tatap Muka diakuinya masih belum bisa diterapkan di Cilacap yang masuk dalam Zona Merah Covid-19.

Hal ini berdasarkan aturan Imendagri, yakni pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka hanya diperbolehkan untuk wilayah yang masuk dalam kategori Zona Hijau maupun Kuning dari Covid-19.

“Bahkan aturan dari Imendagri sendiri, disebutkan sangat jelas dan tentunya lebih ketat. Sekolah maupun anak didik yang berdomisili diwilayah Desa atau tingkat RT RW sekalipun, terdapat kasus Covid-19 dan masuk zona merah, maka secara tegas dilarang melaksanakan pembelajaran tatap muka,” kata Kastam.

Terkait ditundanya Pembelajaran Tatap Muka, Kastam menjelaskan, setiap sekolah tetap diwajibkan memberikan layanan pendidikan kepada muridnya. Yakni melalui Pembelajaran Jarak Jauh melalui metode dalam jaringan atau Daring.

“Kemudian melalui kita juga ada program Guling, akronim dari Guru Keliling pada metode pembelajaran Luar Jaringan yang diperuntukan bagi anak didik yang memiliki keterbatasan sinyal maupun sarpas komunikasi. Tapi tentunya harus dilaksanakan dengan prokes Covid-19 secara ketat. Mulai dari jumlah pesertanya maupun tata cara lainnya,” ungkap Kastam.

Kastam berharap, semua pihak turut mendukung program pemerintah saat ini. Diantaranya disiplin prokes agar kondisi pandemi Covid-19 di Cilacap dapat segera berakhir. Sehingga nantinya proses pembelajaran dapat berjalan normal kembali.

“Semua harus berperan dalam menjaga kesehatan karena ini sangat penting. Terlebih dari kami sudah menghimbau khususnya kepada para guru, tenaga pendidikan, sampai wali murid dan peserta didik sudah diberikan pemahaman untuk menjaga prokes dan kesehatan,” tandasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *