Potensial, Pemkab Cilacap Gandeng Kementan Kembangkan Bawang Merah

CILACAP – Potensi tani hortikultura berupa bawang merah di Kabupaten Cilacap dinilai cukup menjanjikan. Hal itu terlihat dari jumlah produksi yang dihasilkan setiap musim panen. Olehkarenanya Pemkab Cilacap melalui Dinas Pertanian kini telah melakukan sejumlah persiapan guna menggenjot hortikultura khususnya bawang merah. Salah satunya dengan menggandeng Kementrian Pertanian.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap – Supriyanto, satu hektare lahan pengembangan tani bawang merah mampu menghasilkan 15-17 ton per hektare.

Jumlah produksi itu berdasarkan hasil pengembangan tani yang dilakukan di wilayah. Tani hortikultura itu, sejauh ini berkembang di Kecamatan Adipala, Nusawungu, Jeruklegi, Kesugihan, Cimanggu hingga kecamatan Majenang.

Perintisan tani bawang, lanjut Supriyanto, dilakukan sejak tahun 2018, dan hingga saat ini sudah berkembang seluas 50 hektare lebih di Cilacap. Dari hasil penghitungan saat panen. Bahkan jumlah produksinya juga tergolong tinggi lantaran adanya faktor kecocokan lahan di Cilacap.

“Kalau penanaman yang secara mandiri, mereka dari para petani sudah ada sekitar 10 hektar,” kata Supriyanto.

Selama ini, penanaman tani bawang di Cilacap umum dilakukan dalam bulan Agustus. Dari penanaman itu, petani bisa memanen bumbu dapur itu kisaran bulan Oktober. Karena itu, pihaknya terus memfokuskan upaya pengembangan tani bawang/ termasuk tahun 2020 ini. Bersama pemerintah Pusat melalui APBN, di tahun ini ada pengembangan bawang merah 20 hektare dengan bantuan pupuk dari pemerintah.

“Beliau pak Bupati telah berkomunikasi dengan Kementerian Pertanian untuk pengembangan penanaman bawang merah. Terlebih komoditas ini menjadi salah satu faktor pemicu inflasi di Cilacap. Yang jelas polanya budidayanya kita akan berbeda dengan Kabupaten Brebes agar tidak terkena dampak anjloknya harga dipasaran,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *