Penambang Pasir Resmi Tetap Beroperasi

Aktifitas penambangan pasir berijin IUP OP milik Sumarno dan Yanto Adiwijaya yang berada di palung sungai Serayu atau muara Sungai Serayu, Dusun Bleberan, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, secara resmi bakal tetap beroprasi. Sebab berdasarkan pertimbangan Dinas Lingkungan Hidup atau DLH, aktifitas penambangan pasir tersebut sampai saat ini dinilai tidak merusak lingkungan.

Selain itu, berdasarkan hasil proses audiesi penambang pasir dan puluhan warga dusun Bleberan yang difasilitasi oleh Dinas ketanagakerjaan dan perindustrian atau Disnakerin Kabupaten Cilacap, di aula kantor setempat pada Jumat pagi (08/03/19), telah mendapatkan kesepakatan bersama untuk perpanjangan izin penambangan sesuai rekomendasi dinas terkait, yakni DPMPTSP dan PSDA Provinsi.

Kepala Disnakerin Cilacap, Kosasih mengatakan, seluruh perusahaan khususnya penambangan pasir legal di Cilacap, termasuk milik Sumarno dan Yanto Adiwijaya di dusun Bleberan, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, perizinannya bakal berlanjut. Namun sebaliknya untuk sejumlah penambangan ilegal yang tidak mengantongi dokumen perijinan bakal ditindaklanjuti langsung oleh Pemkab Cilacap. Bahkan sampai saat ini diklaim beberapa diantaranya telah resmi ditutup dan tidak ada aktifitas penambangan.

“Masyarakat yang hadir tadi sudah sepakat, aktifitas penambangan pasir legal untuk diteruskan. Kalo Garuda sampai hari ini gak ada izinya, jadi tidak boleh. Dapat dipastikan kalau menambang berarti ilegal, dan yang lainya juga sama karena disana hanya ada dua tadi, milik Sumarno dan Yanto yang dalam proses perpanjangan perizinan,”jelasnya.

Sementara itu menurut Kepala Desa Bunton, Sudin mengatakan, pihaknya mendukung hasil audiensi tersebut. Terlebih menurutnya keberadaan tambang pasir legal sangat membantu meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian warga Dusun Bleberan. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *