Peredaran Narkoba Bak Fenomena Gunung ES, Puluhan Generasi Muda Berhasil Di Rehabilitasi BNN Kabupaten Cilacap

CILACAP – Kejahatan Narkoba menjadi persoalan yang menyerupai fenomena gunung es di Indonesia, hal ini dinilai harus secepatnya disikapi secara serius oleh semua pihak. Pasalnya peredaran barang haram tersebut terbukti sudah merambah berbagai kalangan maupun wilayah. Bahkan dari mereka yang terlibat dalam lingkaran kelam dari penyalahgunaan narkoba diantaranya merupakan generasi muda.  

Terkait kondisi ini Badan Narkotika Nasional atau BNN Kabupaten Cilacap terus melakukan berbagai inovasi serta percepatan dalam kinerjanya. Mulai dari upaya pencegahan, pemberantasan hingga rehabilitasi para penyalahguna Narkoba.  

Demikian dikatakan Kepala BNNK Cilacap AKBP Windarto  dalam pres rilis akhir tahun yang digelar di Kantor BNNK Cilacap, Rabu (29/30/2021).

Lebih lanjut, Windarto mengungkapkan, sejauh ini ada 41 pecandu narkoba yang telah menerima layanan rehabilitiasi di Klinik “Sehati” BNN Kabupaten Cilacap. Rinciannya ada 38 orang laki – laki diantaranya 17 orang masih berusia dibawah 18 tahun. Kemudian 3 orang perempuan yang terdiri dari 3 orang dibawah usia 18 tahun dan 1 orang diatas 18 tahun.  

Dalam hal ini, BNN Kabupaten Cilacap juga  membentuk unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Desa Slarang dan Gombolharjo.

Untuk pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dengan sosialisasi P4GN dengan sasaran instansi pemerintah, swasta, pendidikan dan masyarakat. Selain itu juga telah membentuk Desa Bersinar (bersih narkoba) di Desa Gombolharjo, Karangrena, Ciwuni dan Dondong.

Terkait upaya pencegahan terhadap peredaran narkoba menjelang tahun baru, BNN Kabupaten Cilacap turut menggelar razia di tempat hiburan malam dan hunian kos di wilayah Cilacap baru-baru ini. Operasi dilakukan terhadap 95 pengunjung tempat hiburan malam dan 24 penghuni kos di wilayah Cilacap, hasilnya negarif narkoba setelah dikukan tes urine.

“Selain itu pihaknya juga menyatakan tidak ditemukan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kalangan ASN Cilacap selama setahun terakhir ini,” imbuhnya.

Terkait pengungkapan jaringan narkoba, AKBP Windarto menambahkan, bahwa pihaknya sedang memetakan wilayah Cilacap yang berpotensi sebagai tempat peredaran narkoba, namun pihaknya belum membeberkan lokasi tersebut. Terlebih dengan banyaknya bandar narkoba yang dijebloskan ke Nusakambangan.

(Guruh)