Perilaku Anti Korupsi Dukung Kehandalan Operasional Kilang Pertamina

CILACAP – Perilaku anti korupsi diyakini menjadi dukungan penting dalam menjaga operasional kilang Pertamina tetap aman, handal, efisien dan berkeuntungan. Hal itu disampaikan oleh Pjs. GM PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap, Arief Budiyanto dalam seminar hukum bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap, Kamis (12/5/2022).

Seminar bertema ‘Tipologi Konsekuensi dan Mitigasi Tindak Pidana Korupsi dari Perspektif Kejaksaan’ ini digelar ruang Flamboyan Head Office RU IV. Diikuti oleh SMOM, Didik Subagyo; manajemen dan jajaran Section Head RU IV.

Dijelaskan Arief, seiring peningkatan kinerja RU IV sebagai kilang terbesar dan paling strategis di Indonesia ada faktor-faktor non operasional yang turut membentuk reputasi perusahaan, salah satunya perilaku anti korupsi.

“Maka penting bagi kami menilai, penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sama pentingnya dengan menjaga kehandalan kilang,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Arief, seminar ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerjasama antara PT KPI RU IV dengan Kejari Cilacap.

“Ini adalah implementasi kerjasama antara PT KPI RU IV dengan Kejaksaan Negeri dalam rangka meningkatkan sinergi sekaligus memberikan pemahaman hukum pada seluruh pekerja,” katanya.

Kepala Kejari Cilacap, Sunarko mengingatkan perilaku korupsi biasanya terjadi karena ada niat dan kesempatan.

“Dari perspektif manapun, perilaku korupsi tentu tidak dibenarkan. Untuk itu seminar ini dilaksanakan agar para pekerja tah untuk menghindari. Intinya, kenali hukum, jauhi hukuman,” ungkapnya.

Kasi Pidsus Kejari Cilacap, Sonang Simanjutak dalam paparannya menyebutkan beberapa penyebab korupsi antara lain kurangnya pendidikan, banyaknya kemiskinan, dan perubahan radikal sebagai sistem nilai yang mengalami perubahan dan korupsi muncul sebagai penyaki transisional.

“Selain itu ditambah keadaan masyarakat yang semakin majemuk, keserakahan dan desakan kebutuhan,” jelasnya.

Ditambahkan, pencegahan dan strategi pemberantasan korupsi tidak terlalu sulit kalau setiap individu secara sadar menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan.

“Ini perlu ditekankan sebab betapa pun sempurnanya peraturan, kalau ada niat korupsi tetap ada di hati para pihak ingin korup, maka korupsi tetap akan terjadi karena faktor mental yang menentukan,” kata Sonang.

(Guruh)