Perumahan Citra Land Tak Kantongi Izin, Dirut PT LMJ Jadi Tersangka  

CILACAP – Perumahan Citraland yang berlokasi di Jalan Pisang Desa Karangkandri Kecamatan Kesugihan harus berhadapan dengan hukum. Hal ini menyusul tidak adanya kesanggupan dari pihak pengembang untuk menunjukan izin dari instansi terkait. Diantaranya Dinas PUPR, Disperkimta, dan DPMPT-SP.

Kapolres Cilacap – AKBP Eko Widiantoro menjelaskan, jika lokasi yang dibangun pada 2016 oleh PT LUAS MULYA JAYA (LMJ) selaku pengembang, pada saat itu masih berstatus zona hijau atau diperuntukan untuk pertanian.

Berdasarkan penelusuran Sat Reskrim Polres Cilacap,  pembangunan perumahan sebanyak 42 unit di Jalan Pisang tersebut belum memiliki perizinan atau bisa disebut ilegal.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, polisi menetapkan PT LMJ dan LS, selaku Direktur sebagai tersangka.

Kapolres menambahkan, Perum Citra Land ini memiliki 42 unit dengan setiap unitnya dibandrol mulai 125 juta rupiah atau total lebih dari 5 miliar.

Karena persoalan izin tersebut juga, para pembeli sampai saat ini belum mendapatkan sertifikat tanah, meski sudah menempati rumah dan tanah tersebut sejak beberapa tahun lalu.

“Kasus ini sudah tahap P21 dan siap dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari),” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, guna mempertanggungjawbkan persoalan ini, PT LMJ didakwa melanggar tindak pidana ‘Badan hukum yang belum menyelesaikan status hak atas tanah lingkungan hunian atau Lisiba, dilarang menjual satuan pemukiman’.

“Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162 ayat 1 huruf b Junto Pasal 145 ayat 1 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Diantaranya dengan ancaman pidana denda paling banyak lima miliar rupiah,” pungkasnya.