Petugas Lapas Kelas II B Cilacap Berhasil Gagalkan Penyelundupan Puluhan Pil Eximer

CILACAP – Perredaran Narkotika ternyata masih marak terjadi di berbagai daerah. Seperti yang terungkap di Kabupaten Cilacap, aksi penyelundupan paket berisikan obat daftar G jenis Excimer berhasil digagalkan petugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cilacap, pada Senin (13/12/2021).

Saat itu petugas Lapas Cilacap, Subhan diketahui tengah menerima sejumlah paket untuk warga binaan, dari kurir JNT Cilacap berinisial –  AY. Kepada petugas, AY mengaku berangkat dari Wangon, Banyumas

Melihat adanya beberapa kejanggalan, Subhan melakukan berbagai pemeriksaaan terhadap barang – barang yang hendak masuk ke Lapas. Diantaranya dari 2 bungkus gula pasir yang tidak penuh pada saat dilakukan penggeledahan.

Alhasil, ditemukan ada sebanyak 2 bungkus obat jenis Excimer dari kedua bungkusan gula pasir tersebut, jumlahnya pun puluhan yakni sekitar 79 butir.

Subhan lalu melaporkan temuannya kepada Koordinator Penggeledahan Lapas – Wisnu Hani Putranto yang diteruskan kepada Kepala KPLP dan Kepala Lapas.

Kepala Lapas Kelas II B Cilacap selanjutnya menghubungi Sat Narkoba Polres Cilacap untuk dilakukan koordinasi. Lebih lanjut, pada jam 11.00, tiga orang petugas dari Sat Narkoba datang ke Lapas dan melakukan interogasi awal terhadap T.

“Kemudian dilakukan serah terima barang bukti. Adapun dalam hal ini barang bukti yang diamankan diantaranya 1 buah kardus mie, 2 bungkus gula pasir, dan 79 butir pil Excimer. Paket tersebut ditujukan kepada salah satu warga binaan berinisial T (25) yang ditahan karena kasus narkoba,” ungkap Kalapas Kelas II B Cilacap Wisnu Hani Putranto.

Penemuan ini merupakan yang pertama bagi Lapas Cilacap, menindaklajuti Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-473.10.01.01 tahun 2018 tanggal 23 Agustus 2018, tentang Penguatan Integritas Petugas Pemasyarakatan dalam Upaya Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, maka Lapas harus bersih dari narkoba, termasuk obat daftar G.

Ia menambahkan, barang hasil razia/penggeledahan selanjutnya didata, diinventarisir, dan diamankan untuk dimusnahkan.

“Tentunya kejadian ini juga sudah kami laporkan kepada Kakanwil Kemenkumham Jateng dan Kepala Divisi Pemasyarakatan,” pungkasnya.

(Guruh)