PHRI Cilacap : Dampak Pandemi Covid -19, Okupansi Hotelier di Cilacap Merosot 95 Persen

CILACAP – Pendapatan dari tingkat hunian atau Okupansi sejumlah Hotelier di Cilacap dalam beberapa bulan terakhir ini merosot tajam. Bahkan jumlahnya telah mencapai hingga 95 persen. Salah satu penyebabnya adalah menurunnya jumlah kunjugan akibat pandemi Covid-19.

Kondisi ini juga dinilai membuat kerdilnya grafik pertumbuhan dari perhotelan di Cilacap. Yakni berdasarkan data hotel kompetitor atau hotkom report, grafiknya saat ini baru mencapai 27 hingga 30 persen.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Cilacap – Asep Suparman, di Hotel Dafam Cilacap, pada Rabu pagi (12/08/20).

Mayoritas hotel dengan kapasitas kecil, lanjut dia, selama pandemi dinilai menjadi yang paling terdampak. Sebab berdasarkan kebijakan protokol kesehatan, hotel kecil khususnya yang dibangun berada satu atap dengan pemiliknya diwajibkan untuk tidak memberikan layanan penginapan kepada pengunjung. Kendati demikian dia bersyukur lantaran adanya kebijakan dari Pemda terkait penundaan pembayaran pajak yang dinilai telah memperhatikan nasib Hotelier di Cilacap.

“Dari Pemda selama ini telah memberikan kebijakan terkait penundaan pembayaran pajak hingga nanti pada waktu yang sejauh ini memang belum ditentukan. Kemudian juga ada sosialisasi dan edukasi mengenai berbagai protokol kesehatan untuk kami terapkan di setiap hotel di Cilacap,” kata Asep.

Menanggapi  hal ini, Asep juga menjelaskan, bahwa hotelier di Cilacap sudah melakukan sejumlah upaya guna meningkatkan market trust atau tingkat kepercayaan pasar dari para pengunjung. Mulai dari penerapan standar pelayanan safety, healthy, and clean sesuai protokol kesehatan pencegahan maupun penanganan Covid-19.

Asep optimis tren hotelier di Cilacap akan segera membaik. Sebab menurutnya dimasa adaptasi kebiasaan baru berbagai Industri di Cilacap akan kembali menggeliat dan membawa perputaran ekonomi yang baik untuk dunia perhotelan.

“Terkait persiapan menghadapi masa adaptasi kebiasan baru, PHRI Cilacap dikatakan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. Yakni dengan Wakil Ketua Gugus Tugas Covid19 – Kapolres Cilacap maupun bersama Dinas Komunikasi dan Infomatika atau Diskominfo Cilacap yang menghasilkan standar operasional untuk penanganan Covid-19,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *