Ponpes Di Lockdown, Santri Ponpes Cigaru Terus Berkreasi

CILACAP – Guna meminimalisir serta mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, sejumlah pihak terus menggencarkan penerapan prokes. Diantaranya dengan membatasi aktifitas kegiatan maupun interaksi sosial.

Seperti halnya yang dilakukan pondok pesantren di  Kabupaten Cilacap dengan menerapkan kebijakan lockdown. Yakni Ponpes Miftahul Huda Cigaru, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

Pendamping desa dan penggiat pemberdayaan seni budaya masyarakat khususnya pesantren – Gus Iha menjelaskan, Lockdown yang dilakukan Ponpes Cigaru adalah mengunci atau membatasi keluar masuk orang ke komplek pesantren. Bahkan semua jalan yang mengarah kewilayah setempat juga ditutup.

Seperti diketahui, dalam pemberlakuan PSBB oleh Pemkab Cilacap, menurutnya hal tersebut menuntut semua pihak dapat mematuhi dan menerapkannya. Seperti diantaranya kebijakan kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah di rumah saja.

Dalam kondisi ini, lanjut Gus Iha, diperlukannya kepedulian dan bantuan bagi mereka yang terdampak dari kebijakan Lockdown. Yakni terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan harian selama 14 hari atau dua pekan.

Para santri ponpes, kata dia, telah melakukan sejumlah upaya dalam menghadapi sejumlah tantangan dimasa pandemi Covid-19.

“Diantaranya  berkordinasi dengan pemerintah desa setempat, maupun melalui ajakan aksi kepedulian sosial yang dikemas dalam sebuah karya. Yakni berbagai macam karya dalam bentuk video edukatif dan lucu, maupun pembuatan cerita yang diambil dari kisah para santri maupun kiyai selama menjalani masa isolasi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, bahwa ajakan aksi kepedulian sosial dalam bentuk berdonasi ini, diinisiasi oleh Tim Sakti, Sahabat Kiai dan Santri, seperti Lesbumi Majenang, Gusdurian Majenang, Banom2 NU Majenang, GP Ansor-Banser juga Alumni Pesantren Miftahul Huda Cigaru.

Sementara itu, Kades Cibenying sekaligus Ketua Gugus tugas desa setempat –  Lili Warli menyampaikan, bahwa pihaknya mengapresiasi adanya Gerakan Solidaritas Kemanusiaan dalam rangka melawan covid19 yang diinisiasi oleh lembaga, komunitas maupun kelompok sipil masyarakat yang tergabung dalam tim Sakti tersebut.

“Hal ini memerlukan dukungan semua pihak. Sehingga nantinya amanah yang disalurkan, dapat berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujarnya.

Melalui tim sakti tersebut, lanjut dia, Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia NU Majenang dan juga para koleganya yang tergabung dalam tim sakti, secara profesional bersama pemerintah dinilai dapat dipercaya dan mampu mensosialisasikan gerakan melawan pencegahan virus corona secara gotong royong, swadaya, dan partisipatif.

Kades Cibenying – Lili Warli berharap, adanya kondisi pandemi Covid-19 dapat membuat seluruh pihak tergugah serta memiliki kesadaran dan kepekaan terhadap lingkungan, khususnya terhadap nasib para santri Ponpes yang ada di Kabupaten Cilacap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *