Puskesmas Didorong Jadi Tempat Transit Rawat Inap Pasien Covid-19

CILACAP – Penanganan Covid-19 di Cilacap terus ditingkatkan. Salah satunya dengan mendorong Puskesmas untuk dapat menjadi tempat transit serta rawat inap bagi para pasien Covid-19. Kendati demikian, langkah tersebut diketahui tidaklah mudah dan masih menemui beberapa kendala. Mulai dari ketimpangan kualitas SDM, sarpras, maupun jumlah ketersediaan ruangan dari setiap Puskesmas di wilayah Cilacap.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap – dr Pramesti Griana Dewi mengungkapkan, dari total 38 Puskesmas di Cilacap,  sejauh ini baru ada 5 yang dinyatakan telah siap. Diantaranya UPTD Puskesmas Gandrung 1, Bantarsari, Kedungreja, Adipala 2, dan Binangun.

“Memang itu tidak mudah juga ya, karena perlu diketahui banyak hal yang harus disiapkan. Mulai dari tempatnya, kamarnya, SDM, dan lainya. Semua harus khusus, dari ruangan kemudian alur proses sampai petugasnya juga harus khusus. Kita nanti akan keliling lagi mencari mana yang sudah bisa maupun masih perlu penguatan lagi,” kata dr Pramesti.

Ditanya soal Isolasi Terpusat, dr Pramesti mengatakan, pihaknya menyerahkan kepada masing – masing Kecamatan. Namun demikian diharapkan tempat isolasi terpusat bagi orang tanpa gejala, tidak terlalu jauh dari tempat tinggal pasien tersebut.

Ditambahkan, program isolasi mandiri serta jogo tonggo juga dinilai dapat dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19, khususnya dalam hal tracing kontak pasien. Olehkarenanya dia menilai perlu ditingkatkan disetiap titik wilayah.

“Kami serahkan kepada masing-masing kecamatan untuk membuat dan memilah tempatnya. Sebetulnya kalo tanpa gejala Isolasi Mandiri sudah cukup asal jogo tonggonya kuat. Apalagi binwil juga akan digencarkan kedepannya,”pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *