Resahkan Masyarakat, Satpol PP Cilacap Jaring 12 Pengemis dan Gelandangan

CILACAP – Sebanyak 12 orang terjaring razia oleh petugas gabungan dalam kegiatan Operasi Penertiban PGOT (Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar) di wilayah Kabupaten Cilacap, Kamis (02/12/21).

Operasi ini menyasar di 11 titik lokasi, seperti Simpang Damalang, Terminal, Bluemoon, Tugu Lilin Gumilir, Simpang Karangkandri, Kuripan, Proliman, Jl.Damar, Pasar Sangkalputung, Bandengan serta Simpang Politeknik.

Kasi Kerjasama Satpol PP Kabupaten Cilacap Yosi Novitasari menjelaskan, Kegiatan tersebut dilaksanakan guna menindaklanjuti keluhan dari masyarakat terkait maraknya pengemis serta pengamen yang berada di perempatan lampu merah.

“Dari kepolisian beberapa waktu lalu sempet minta tolong ke Satpol PP, untuk membantu menertibkan para pengemis, pengamen, serta orang terlantar. Masyarakat yang berlalu lintas juga merasa terganggu, dan sewaktu lampu hijau masih belum minggir, dan ada beberapa oknum juga yang kadang minta nya maksa,” katanya.

Dari total 12 orang yang terjaring dalam operasi kali ini, terdapat tiga pasang pengemis tuna netra, mereka terjaring di Lampu merah Karang Kandri, Proliman serta di simpang Politeknik.

Kemudian para pelanggar dilakukan pendataan serta pembinaan oleh petugas di RPTC (Rumah Perlindungan Trauma Center) Dinas Sosial Cilacap, Jl. Rajiman Cilacap.

“Setelah dilakukan pembinaan, diharapkan mereka tidak mengulangi hal tersebut, tidak melakukan kegiatan mengemis atau mengamen di perempatan lampu merah ataupun di jalan yang bisa menganggu lalu lintas para pengendara,” Jelas Yosi.

Selain 12 pelanggar, petugas juga menahan barang bukti berupa 1 buah sound system dan 1 buah gitar. “Itu kita tahan selama tiga hari, nanti setelah tiga hari dari pemilik bisa mengambil dengan menunjukan surat yang di berikan oleh petugas,” ujarnya.

Operasi PGOT melibatkan petugas gabungan sebanyak 10 personil dari Satpol PP, Polres Cilacap, Dinas Sosial Kabupaten Cilacap,serta Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap. (tan/bercahayafm)