SMP PIUS Berikan Pendidikan Demokrasi Melalui Debat Publik Paslon Ketua OSIS

Hingar bingar hajat demokrasi Indonesia dalam tahun 2019 ini semakin terasa dengan adanya debat publik paslon Presiden maupun wakilnya beberapa waktu lalu. Bahkan antusiasme publik terhadap jalannya proses pemilu serentak juga dirasakan di Cilacap. Salah satunya di SMP PIUS Cilacap, yang menyambut baik hajat demokrasi Pilpres 2019, dengan menerapkan pendidikan demokrasi mengenai tata cara Pemilu. Yakni salah satunya melalui debat publik calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS, Kamis (14/01/2019).

Layaknya sebuah proses Pemilu, tiga pasangan calon beradu visi, misi, dan program yang disaksikan oleh ratausan siswa-siswi dan guru di aula sekolah. Hal tersebut merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui pasangan calon Ketua dan Wakilnya untuk periode 1 tahun ke depan.
Ketiga pasangan calon masing-masing nomor 1, Theona Melinda Thomson dan Bernadetta Priscilla Yoventa, kemudian nomor 2, Jeffry Kurniawan Visnu dan Julius Wijaya Agung, dan nomor 3, Nova Fredella dan Benedicta Geraldine Wibowo.

Usai paparan, ketiga pasangan mendapatkan pertanyaan dari dua orang panelis masing-masing Agung Lindu Nagara, dari Panwascam Cilacap Selatan dan Vincentius Prita Iswandaru perwakilan dari sekolah setempat.

Kepala sekolah SMP PIUS Cilacap, C. Budi Setyawan mengatakan, debat publik menjadi sarana mencari pemimpin berkualitas sekaligus mensosialisasikan dan menambah pengetahuan pendidikan demokrasi kepada muridnya sejak dini. Sehingga kedepanya diharapkan mampu membuka pandangan positif para murid mengenai politik.

Lebih lanjut, dikatakan puncak kegiatan tersebut bakal berlangsung pada hari Jumat besok dengan tahapan pemilihan atau pencoblosan surat suara.

“Kami ingin mencari pemimpin berkualitas dan memberikan pembelajaran demokrasi bagi para siswa, sebelumnya para calon yang ada sudah melalui tahapan pendaftaran, seleksi tertulis, wawancara, hingga uji kepatutan dan kelayakan. Sedangkan besok menjadi puncak acara yaitu dilakukan pemungutan suara, dengan diikuti 274 siswa ditambah 30 guru dan karyawan yang memiliki hak suara”, jelasnya.

Sementara menurut Panwascam Cilacap Selatan yang hadir sebagai panelis, Agung Lindu Nagara mengatakan, pendidikan demokrasi sejak dini merupakan hal yang positif dan diharapkan sekolah lainya mampu mengadakan kegiatan serupa. Sehingga kedepanya murid yang memasuki pada usia pemilih, sudah mengenal dan memahami kewajibanya sebagai warga negara. Yakni memberikan suaranya pada proses pemilu.

“Saya harapkan kegiatan positif seperti ini bisa diterapkan dan diikuti oleh sekolah lainya”,imbuhnya. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *