Swasta Didorong Peduli Pendidikan

Anggaran pendidikan dari APBD Cilacap yang sekitar 600 juta untuk penyelenggaraan UNBK tingkat SMP tahun 2019, dinilai belum mencukupi ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan. Khususnya perangkat komputer sebagai sarana utama untuk pelaksanaan UNBK disejumlah sekolah. Bahkan karena keterbatasan sarpras tersebut, tahun ini masih ada ratusan sekolah yang menginduk UNBK ke sekolah lain.

Mirisnya, terdapat delapan sekolah yang terpaksa hanya bisa menjalani ujian nasional berbasis kertas dan pensil atau UNKP. Hal tersebut mendorong Dinas P dan K mengajak sejumlah perusahaan di Cilacap untuk mengoptimalkan program CSR nya dalam dunia pendidikan.

Sekertaris Dinas P dan K Cilacap – Wuyung Sulistyo Pambudi mengatakan, seharusnya perusahaan yang beroperasi di Cilacap turut peduli dengan dunia pendidikan Cilacap. Salah satunya untuk mengatasi persoalan sarpras.

“Ekspektasi kami sangat besar untuk teman – teman di dunia perusahaan industri khususnya di Cilacap untuk berpartisipasi aktif dan perhatian dalam dunia pendidikan. Salah satunya ketersediaan sarpras yang berperan sangat vital dalam penyelenggaraan UNBK,” ungkapnya.

Wuyung menambahkan, pendidikan merupakan aspek terpenting dalam membangun suatu daerah. Selain itu pendidikan juga menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah. Sehingga pelibatan kalangan swasta melalui program CSR sangat diharapkan untuk mendorong kualitas pendidikan di Kabupaten Cilacap. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *