Syarif Mengolah Pelepah Pisang Menjadi Kerajinan Tangan

CILACAP – Pelepah pisang bagi sebagian orang dianggap hanya sebagai sampah kering yang tak berguna. Namun, di tangan orang-orang kreatif, seperti Syarifudin Mustofa (29) asal Karang Bawang Rt 01/ 06 Desa Kawungaten Kabupaten Cilacap, pelepah pisang di sulap menjadi sebuah kerajinan tangan yang unik dan bernilai ekonomi tinggi.

Sebelumnya, Dia adalah pengrajin kulit asli dari sapi dan kambing, karena terinspirasi dari negara lain seperti, Eropa dan Amerika yang sudah mulai mengembangkan alternatif kulit, Ia mencoba membuat kerajinan seperti Dompet, tas dan Strike arloji menggunakan pelepah pohon pisang.

“Karena bagaimanapun, kerajinan kulit banyak peminatnya, nah di daerah saya banyak pohon pisang yang nganggur, saya coba pakai itu (pelepah pisang), karena prosesnya kurang lebih sama dengan membuat dari kulit asli.”kata Syarif.

Syarif menyampaikan, untuk proses pembuatan Tas ataupun Dompet, Ia membutuhkan waktu 4 sampai 5 hari, karena untuk proses lembaran pelepahnya saja butuh waktu sekitar 2 – 3 hari.

“Untuk proses pembuatannya, setelah pohon pisang di hancurin, kemudian di rendam menggunakan Stadium Okside dan Hydrogen Peroxide, itu untuk memberikan warna yang lebih cerah, itu butuh waktu kurang lebih 2 – 3 hari.” Jelasnya.

Memulai usaha di awal tahun 2021, dengan omset saat ini mencapai 1 sampai 2 juta perbulan, Syarif terus fokus memasarkan produknya melalui media sosial, seperti Instagram, Youtube dan WA.

“Selain menggunakan mesin, pembuatannya juga bisa manual, namun hargapun berbeda, yakni sekitar  Rp. 100 ribu sampai  Rp. 400 ribu,” ucap Syarif.

Meski hanya dari pelepah pisang, namun siapa sangka keawetanya bisa mencapai 2 tahun. “Tapi kekurangannya ini ga bisa di service, jadi kalo udah rusak ya udah dibuang aja.” Pungkasnya.

Reporter : (Intan)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *