Tekan Angka Kasus Kekerasan Anak, Digelar Deklarasi

Kepala Sekolah SMP PIUS Cilacap, C Budi Setyawan menandatangani Deklarasi Sekolah Ramah Anak, dilapangan upacara setempat, Senin (29/04/19).

Berdasarkan data Dinas KB PPPA, jumlah kekerasan di Kabupaten Cilacap pada triwulan pertama tahun 2019 mencapai 17 kasus, baik dari pencabulan, kuasa asuh, maupun KDRT. Mirisnya, kalangan anak mendominasi jumlah korban yakni sebanyak 14 orang.

Angka kasus ini memang lebih rendah dari tahun sebelumnya, namun kondisi ini menjadi keperihatinan bagi sejumlah pihak. Salah satunya SMP PIUS Cilacap yang belakangan gencar menekan angka kasus kekerasan pada anak, khususnya dilingkungan pendidikan. Seperti yang dilakukan Senin pagi tadi dengan Mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak. Acara yang berlangsung di halaman sekolah ini, menggandeng ratusan murid, guru maupun wali murid.

Kepala Sekolah SMP PIUS Cilacap – C Budi Setyawan mengatakan, lingkungan pendidikan sudah sepantasnya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi anak didik. Dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak diharapkan mampu melindungi siswa dengan memberikan hak anak dalam dunia pendidikan. Diantaranya bebas dari bulliying, dan kekerasan fisik maupun non fisik.

Lebih lanjut, untuk meningkatkan kualitas pendidikan harus diawali dengan peningkatan pola didik yang baik. Diantaranya mendidik siswa tanpa ada tekanan baik dari kalangan guru maupun antar siswa. Jika nantinya ditemukan pelanggaran, pihaknya secara tegas bakal menindaklanjutinya sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita mengajak memang harus meningkatkan kualitas pendidikan dengan melalui sekolah ramah anak yang mengutamakan hak – hak anak,” tegasnya.

Sementara salah satu siswa – Jefri Kurniawan Wisnu mengungkapkan, disekolahnya peranan seorang guru tidak lagi sebatas tenaga pendidik, namun sebagai pelindung dan tempat berbagi keluh kesah para murid. Ia berharap kondisi tersebut bakal terus berlanjut dimasa mendatang. Sehingga murid semakin nyaman dan terpacu untuk berprestasi dalam dunia pendidikan.

“Guru disini tidak sebatas sebagai pengajar tapi menjadi contoh dan sudah seperti teman sendiri, seperti ngajak curhat dan mau mendengarkan keluhan siswa. Kalau kekerasan disini selama ini tidak ada, perlakuanya baik dan membuat kami nyaman,”ungkapnya. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *