Tekan Harga Minyak Goreng, Pemkab Cilacap Gelar Operasi Pasar Murah

CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Cilacap menggelar operasi pasar murah minyak goreng di Kecamatan Jeruk legi Cilacap, Kamis (30/12/21).

Kegiatan ini sebagai upaya Pemerintah melalui Kementrian Perdagangan RI agar masyarakat pra sejahtera tetap bisa membeli minyak goreng dengan harga terjangkau pada periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Kepala DPKUKM melalui Kepala Bidang Stabilitas Harga, Pengembangan Ekspor Dan Standarisasi pada DPKUKM Kabupaten Cilacap, Titi Suwarni menyampaikan bahwa Pemerintah telah menyiapkan kemasan minyak goreng kemasan sederhana (pouch) dengan harga Rp 14 ribu yang didistribusikan ke masyarakat melalui Kecamatan.

“Untuk kegiatan operasi pasar murah minyak goreng, dari total 11 juta liter minyak goreng, alokasi untuk Provinsi Jawa Tengah sendiri sebanyak 70 ribu liter, khusus untuk alokasi kabupaten Cilacap sebanyak 3,444 liter. Harga nya hanya Rp 14 perliter, kalau di pasaran kan harga eceran minyak goreng berkisar antara Rp 19 ribu – Rp 20 ribu perliter,” katanya.

Pendistribusian di Kabupaten Cilacap sendiri hanya menyasar di Kecamatan Jeruklegi. Hal itu lantaran, wilayah tersebut masih terdapat desa – desa miskin atau desa merah.

“Kecamatan Jeruklegi ini kan dari 13 desa, terdapat separuh lebih desa merah, seperti Desa Jeruk Legi Kulon, Jeruk Legi Wetan, Brebeg, Sumingkir, Jambusari, Prapagan Dan Citepus,” jelas Titi.

Diharapkan pendistribusian minyak goreng ini harus tepat sasaran sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat.

Diketahui, saat ini harga minyak goreng mengalami kenaikan sejak 5 bulan terakhir, dan kondisi ini di prediksi oleh Kementrian Perdagangan RI (Kemendag) akan terus naik hingga kuartal I tahun 2022. Adapun penyebab kenaikan harga minyak goreng ialah meningkatnya harga minyak kelapa sawit dunia atau curde palm oil (CPO).

Sesuai dengan penjelasan Kementrian Perdagangan RI melalui Direktur jendral Perdagangan Dalam Negeri,  bahwa kondisi ketersediaan minyak goreng saat ini di Indonesia stok masih aman dan cukup untuk 3 (tiga) bulan kedepan, hanya saja memang ada kenaikan harga CPO yang di sebabkan karena kenaikan bersifat global, Pasokan minyak nabati dunia terganggu yang di sebabkan penurunan produksi, Menurunya produksi CPO, serta produsen minyak goreng nasional sebagian besar tergantung CPO global. (tan/bercahayafm)