Tekan Kasus Covid-19, Pemkab Cilacap Bakal Berlakukan Ganjil Genap Untuk Pedagang

CILACAP – Upaya Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terus ditingkatkan. Seperti yang dilakukan oleh Satpol PP Cilacap yang semakin mengintensifkan operasi Yustisi Masker maupun Protokol Kesehatan Covid-19 lainnya. Terbaru, direncanakan di Cilacap sendiri juga bakal diberlakukan kebijakan terkait  ganjil genap bagi para paguyuban pedagang.

Mengenai hal ini, Kepala Satpol PP Cilacap –Yuliaman Sutrisno menjelaskan, penerapan ganjil genap yang dimaksud adalah pengetatan protokol kesehatan pada beberapa tempat jual beli, maupun pedagang kaki lima yang kerap menimbulkan kerumunan. Yakni khususnya mereka yang berada diatas lahan milik Pemda Cilacap. Seperti daerah sekitaran Alun – alun kota, Kroya, dan Sidareja.

Menurutnya, hal ini dilaksanakan atas dasar Intruksi Bupati nomer 15 tahun 2021. Selain itu  dikatakan bahwa Satpol PP Cilacap dalam hal ini juga tetap mendukung upaya pemerintah yang lainnya. Yakni dalam hal peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Disinggung soal teknisnya, Yuliaman mengaku penerapan ganjil genap akan dititik beratkan pada waktu yang ditetapkan, kemudian jumlah pedagang maupun pembeli, dan faktor protokol kesehatan lainnya. Akan tetapi, Satpol PP terlebih dahulu mnegambil langkah awal berupa pendataan dan komunikasi kepada beberapa paguyuban pedagang.

“Berdasarkan Inbup sebagai tindaklanjut Kemendagri dan SE Gubernur Jateng, kita memang akan melaksanakan pengetatan. Nanti pedagang kaki lima yang ada difasilitas Pemda akan diberlakukan sistim Ganjil Genap mulai Dua minggu kedepan. Jadi nanti ditentukan untuk itu tentunya akan ada pembahasan dari kami dengan teman teman pedagang . Yang jelas kami juga ada evaluasi untuk sistim ini,” kata Yuliaman.

Yuliaman berharap, penerapan ini dapat dipahami oleh semua pihak. Sehingga dapat dirasakan manfaatnya serta mampu mengurangi angka kasus Covid-19 di Cilacap.

Sementara itu Ketua Asosiasi UMKM Cilacap – Suwaryan mengungkapkan, sejauh ini pihaknya masih belum menerima sosialisasi dari pihak Pemkab Cilacap. Namun demikian, dia mengharapkan penerapan kebijakan tersebut nantinya dapat dijalankan dengan menyesuaikan kondisi disetiap tempat maupun daerah.

“Kalau memang seperti itu nanti kita semua kan bisa berkoordinasi dengan para pelaku, artinya bagaimana ekonomi ini tetap berjalan tapi covid juga terantisipasi. Biar bagaimanapun juga kita harus ikuti program pemerintah. Artinya pemerintah serius menangani hal ini, kesehatan adalah hal yang tetap paling utama,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *