Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Dinas KB PPPA Perluas Program Kerjanya

CILACAP – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Cilacap pada tahun 2020 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019. Pada tahun 2019 terdapat 109 korban perempuan dan anak, namun meningkat di tahun 2020 menjadi 147 korban.

Rinciannya pada tahun 2021, per akhir September terdapat 60 kasus dengan jumlah korban perempuan dan anak sebanyak 64 orang dengan rincian korban anak sebanyak 60 orang dan dewasa 4 orang. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin korban perempuan 58 orang dan laki-laki 6 orang.

Guna menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Dinas KB PPPA Cilacap terus melakukan sejumlah trobosan dalam program kerjanya. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Kualitas SDM Layanan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak Kabupaten Cilacap Tahun 2021.

Kegiatan pelatihan ini digelar di Aula Kantor Dinas KB PPPA Cilacap menggunakan prokes Covid-19 ketat. Dalam kesempatannya turut menggandeng sejumlah perwakilan dari kantor pemerintahan Kecamatan. Diantaranya dari Kecamatan Kesugihan, Jeruklegi, Sidareja, Cilacap Utara, Cilacap Tengah dan Kecamatan Cilacap Selatan.

Kepala Dinas KB PPPA Cilacap – Budi Santosa menyampaikan, bahwa naiknya jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Cilacap ini, didominasi oleh kasus kekerasan seksual. Mirisnya para pelaku diketahui tinggal di lingkungan terdekat korbannya.

Lebih lanjut,  menurutnya hal ini membawa keprihatinan tersendiri bagi semua pihak. Terlebih di masa pandemi ini saat anak anak seharusnya berada aman di rumah dengan pengawasan dari orang tua, namun kenyataannya justru sebaliknya. Sehingga  jumlah korban meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.

 Hal ini juga dinilai perlu mendapat perhatian khusus dari semua pihak. Agar ke depan layanan yang dilakukan oleh P2TP2A di Kabupaten Cilacap baik berupa layanan informasi, rujukan, konsultasi, laporan, pendampingan, pembinaan dan pencegahan terhadap segala bentuk tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak lebih optimal lagi.

Budi Santosa turut berharap, adanya kegiatan pelatihan ini dapat menjadikan semua peserta memahami serta peduli terhadap kondisi lingkungan kerja maupun tempat tinggal masing-masing. Khususnya dalam membangun lingkungan yang ramah  anak, melalui adanya pemenuhan hak – hak dari setiap anak.

“Dinas KB PPPA telah membentuk penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Cilacap, dibantu oleh P2TP2A. Nantinya secara berjenjang dapat turut dibentuk dibeberapa tingkat mulai Kecamatan, Kelurahan dan Desa. Ini penting karena merupakan bentuk wujud nyata dari kita untuk hadir ditengah masyarakat,” tandasnya.

(Guruh)