Tekan Penyebaran Covid-19, Operasi Yustisi Prokes Terus Di Gencarkan Satpol PP Cilacap

CILACAP – Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 Kabupaten Cilacap, Pemkab melalui satgas Covid-19 terus menggencarkan sejumlah program kerjanya. Seperti yang dilakukan oleh Satpol PP Cilacap yang terus mengintensifkan operasi yustisi terkait protokol keshatan diwilayah kerjanya.

Kepada tim pemberitaan Bercahaya FM Cilacap, Kepala Satpol PP Cilacap – Yuliaman Sutrisno mengungkapkan, sejauh ini dari sejumlah pihak,  termasuk Satpol PP Kabupaten Cilacap telah mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan dan menjalankan prokes Covid-19.

“Kami selaku penegak Perda Kabupaten Cilacap, juga turut serta dalam mengedukasi pentingnya mejaga kesehatan dan menjalankan prokes kepada masyarakat. Diantaranya 3 M, Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan Menjaga jarak,” kata Yuliaman.

Kendati demikian, menurutnya beberapa kali masih ditemukan beberapa pelanggaran prokes yang dilakukan oleh masyarakat. Olehkarenanya penerapan, peningkatan disiplin dan penegakan hukum Covid-19, di Kabupaten Cilacap ditegaskan bakal terus dijalankan.

Disinggung mengenai jumlah kasus pelanggaran yang berhasil ditertibkan, Yuliaman mengungkapkan, hingga 30 November 2020, terdapat 22.496 pelanggar yang terjaring dalam operasi yustisi prokes Covid-19.

Sementara secara yutisi, dikatakan Yuliaman, bahwa terdapat total 393 pelanggar yang disidangkan dan dikenai denda sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2020, pasal 6 huruf e angka 1 tentang Penanggulangan Penyakit di Kabupaten Cilacap.

“Berdasarkan data tersebut, diketahui pelanggaran terkait prokes Covid-19 di Cilacap, didominasi oleh laki- laki yang jumlahnya 356 orang dan sisanya 37 orang adalah perempuan,” imbuhnya.

Yuliaman menambahkan, dari persidangan tersebut, total denda yang didapatkan ada sebanyak Rp 10.382.000,. Ditegaskan bahwa denda tersebut kemudian disetorkan kepada kas daerah.

“Untuk seluruh denda dari persidangan Yustisi terkait prokes Covid-19 sesuai aturan yang berlaku, semuanya langsung disetorkan kepada Kas Daerah,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *