Telan Dana Rp 14 Milyar, Embung Sumingkir Di Harapkan Dapat Meningkatkan Perekonomian

CILACAP – Pembangunan embung Sumingkir yang menelan dana sebesar Rp 14 Milyar bersumber dari APBN, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani.

Hal itu di sampaikan Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti saat meninjau pembangunan embung di Desa Sumingkir Kecamatan jeruklegi Kabupaten Cilacap.

“Alhamdulillah sudah terlaksana dan embung ini nantinya akan difungsikan untuk mempercepat panen kedua yang terbilang susah di area persawahan Desa Sumingkir dengan harapan adanya embung ini, panen kedua sesuai target yang diharapkan oleh para petani,” ucap Novita.

Keberadaan Embung Sumingkir juga diyakini bisa menjadi multiplier efek untuk meningkatkan perekonomian desa.  “Selain embung yang difungsikan untuk pengairan sawah, juga sebagai bentuk inovasi dan kreatifitas Desa Sumingkir. Hal ini sekaligus mendongkrak pendapatan asli desa setempat,” tambah Novita.

Pembangunan embung engan luas genangan 11.653,55 m3 tersebut, mampu mencakup sekitar 30 hingga 40 hektar sawah di dua desa, yakni Desa Sumingkir Kecamatan Jeruklegi dan Desa Dondong Kecamatan Kesugihan.

Kepala Desa Sumingkir Yunaedi menjelaskan, pemanfaatan embung belum bisa dirasakan maksimal, karena masih menunggu penyempurnaan untuk benar-benar bisa dimaksimalkan manfaatnya.

“Elevasi ini kan belum 100 persen sempurna. Tapi harapannya ke depan embung ini benar benar bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Yunaedi, Rabu (5/1/22).

Menurutnya, pembanguan embung masih memerlukan anggaran kurang lebih sebesar Rp 3 miliar untuk menyelesaikan pekerjaan, termasuk untuk sarana dan prasarana pendukung.

“Nantinya kita harapkan pembangunan ini dilanjutkan, dan dilakukan bertahap,” imbuh dia.

Sebelum adanya embung tersebut, Ia menjelaskan, produktivitas sawah tidak maksimal, karena hanya mengandalkan musim penghujan. “Di musim kemarau sama sekali tidak bisa buat apapun, karena sawah di sini tadah hujan dan di ketinggian,” pungkasnya. (tan/bercahayafm)