Terapkan Prokes, Dispertan Cilacap Mulai Periksa Ratusan Hewan Kurban

CILACAP – Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap mulai melakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan terhadap ratusan hewan kurban diwilayah kerjanya. Seperti yang berlangsung disalah satu kandang  sapi milik Abdulah Azam di jalan Salam Karangtalun Cilacap, Selasa (13/07/21).

Kepala Dinas Pertanian Cilacap – Supriyanto dalam kesempatannya mengungkapkan, bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan dan standarisasi kelayakan hewan kurban merupakan salah satu bentuk layanan gratis dari Dinas Pertanian. Yakni diantaranya memberikan pengawalan maupun kenyamanan pada para sohibul kurban dan para pelaku usaha hewan kurban di Cilacap.

Dimasa pandemi saat ini, lanjut Supriyanto, pengawasan hewan kurban dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Olehkarenanya  tim khusus yang diterjunkan pada setiap distrik Kecamatan, terdiri dari dua petugas dari Dinas Pertanian dan satu orang Dokter Hewan.

Terkait teknisnya, petugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban dari beberapa aspek. Seperti gejala penyakit pada hewan, meliputi diare, mata merah, maupun kondisi lendir hidung pada hewan kurban.

Pada hari pertama ini, dari 3 titik lokasi yang berada diwilayah Cilacap, ada sebanyak 250 ekor Sapi yang sudah diperiksa. Sementara pemeriksaan serupa juga masih berlangsung diwilayah Kecamatan Cilacap Tengah. Yakni dengan jumlahnya sasarannya diperkirakan mencapai 430 ekor Sapi dan Kambing sebanyak 270 ekor.

Dari data yang tehimpun sementara ini, diketahui ada dua ekor Sapi yang tidak lolos pemeriksaan kesehatan serta kelayakan untuk dijadikan hewan kurban. Sedangkan sisanya yang lolos telah mendapatkan labelisasi aman dan sehat.

“Hasil sementara ada dua ekor hewan kurban yang tidak layak atau lolos pemeriksaan kesehatan, kami cek kondisinya mengalami penururnan bobot karena malnutrisi. Kita sudah anjurkan untuk tidak dijual atau dijadikan hewan kurban, sedangkan yang sehat kita beri labelisasi sehat yang kita kalungkan dihewan kurban” jelas Supriyanto.

Supriyanto menambahkan, selain pemeriksaan kesehatan dan standarisasi kelayakan hewan kurban, petugas juga melakukan sosialisasi mengenai peraturan maupun kebijakan PPKM Darurat di Cilacap. Seperti pemberlakuan penutupan maupun penyekatan di sejumlah akses jalan tertentu, dan teknis pelaksanaan kurban sesuai intruksi Bupati Cilacap.

Yakni penyembelihan hewan kurban dianjurkan dilakukan di Rumah Penyembelihan Hewan atau RPH maupun ditempat masing – masing menggunakan protokol kesehatan serta tidak berkerumun.

“Kebiasaan masyarakat menonton penyebelihan kurban harus dihilangkan pada masa pandemi, tidak boleh berkerumun. Selain itu tukang tetel daging juga harus disiplin prokes Covid-19,” kata Supriyanto.

Dalam kesempatan yang sama, pedagang hewan kurban – Azam mengaku sangat terbantu dengan adanya program layanan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, serta pemberian obat – obatan yang selama ini telah didapatkannya dari Dinas Pertanian Cilacap.

“Kami meresponnya dengan sangat baik, tentunya karena layanan pemeriksaan kesehatan hewan. Selain itu kita juga dapat ilmu baru terkait penanganan hewan yang sakit dengan pemberian vitamin maupun obat – obatan tertentu,” ungkapnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *