Terendam Banjir Petani Merugi

Hujan deras yang mengguyur Cilacap dalam beberapa hari lalu menyebabkan areal persawahan banyak yang tergenang banjir. Diantaranya banjir yang melanda areal persawahan di kelurahan Lomanis Kecamatan Cilacap Tengah. Genangan banjir ini dipastikan membuat petani mengalami kerugian karena terancam gagal panen.

Ketua Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan Ladang Kamulyan – Basiran mengatakan, dari sekitar 9 hektar lahan persawahan di Lomanis, hampir 70 persen yang saat ini terendam banjir. Selain itu tidak sedikit tanaman padi yang rusak terkena hujan angin. Sehingga kondisi tersebut membuat kualitas dan harga jual hasil panen mengalami penurunan dibandingkan musim panen biasanya.

“Perbedaannya signifikan untuk penjualan gabah kering dan basah. Yakni Saat musim normal, penjualan gabah kering bisa mencapai 4.500 perkilogram, sedangkan saat ini hanya kisaran 3.500 perkilogramnya,” ungkapnya.

Basiran menambahkan, kendati petani setempat telah mendapatkan subsidi dan bantuan melalui kartu tani, namun sampai saat ini belum ada yang terdaftar dalam asuransi pertanian. Sehingga diestimasikan masih banyak petani yang mengalami kerugian pasca gagal panen tersebut, terutama pada beban biaya operasional lahan pertanian. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *