Tertinggi Di Jawa Tengah, Pengadilan Agama Cilacap Catat Angka Perceraian Tahun 2021 Capai 7 Ribu Kasus

CILACAP – Angka kasus perceraian di Kabupaten Cilacap dari tahun ke tahun semakin meningkat, bahkan masih menduduki peringkat tertinggi di Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Ketua Kantor Pengadilan Agama Kelas 1 A Cilacap melalui Humas Pengadilan Agama Kelas 1 A Cilacap Drs. AF Maftukhin M.H, Rabu (5/1/22).

Maftukhin menyebut, di sepanjang tahun 2021, pihaknya menerima perkara perceraian sebanyak 7.243 kasus. Sedangkan untuk perkara yang sudah di putuskan sebanyak 7.462 kasus.

Paling dominan gugatan cerai diajukan oleh pihak perempuan yakni sebanyak 4.380. Sedangkan untuk talak cerai dari suami sebanyak 1.810.

“Kebetulan pandemi 2 tahun, kayanya agak ngefek ya pada ekonomi rumah tangga. Kemarin kan ada PSBB sehingga tidak bisa bekerja, lapangan kerja terkurangi, suami tidak bisa memberi nafkah yang cukup, istri tidak terima, sehingga mengajukan perceraian, itu salah satu faktor yang lebih dominan di tahun 2021,” katanya.

Selain faktor ekonomi, adanya pihak ketiga juga menjadi salah satu faktor meningkatnya angka percerairan di Kabupaten Cilacap. “Kalau pihak ketiga banyak, dan ini agak memprihatinkan, lantaran orang – orang kita banyak yang menjadi TKW ke luar negeri, itu rawan sekali,” Jelasnya.

Dari sekian banyak perkara perceraian yang masuk ke Kantor Pengadilan Agama Kelas 1A Cilacap, rata – rata ialah pasutri yang masih berusia produktif di bawah usia 45 tahun.

Maftukhin menambahkan, selain gugat cerai dan talak cerai, perkara penyumbang tingginya angka perceraian di Kabupaten Cilacap ialah dispensasi kawin.

“Kalau dispensasi kawin ada 767. Jadi anak – anak kita yang belum berusia memenuhi undang – undang nikah itu ya bersabar, sampai pada usia 19 tahun sesuai dengan amandemen UU no 1 tahun 1974 yang tadinya 16 -17 tahun, sekarang kan di tuakan menjadi 19 tahun,” Jelas Maftukhin.

Kantor Pengadilan Agama Kelas 1 A Cilacap Jl. Dr. Rajiman No.25B, Kebonmanis, Kec. Cilacap Utara,

Dalam sehari Kantor Pengadilan Agama kelas 1 A Cilacap, menerima perkara perceraian sekitar 70 – 80 kasus. Bahkan, di awal tahun 2022, pada Senin (3/1) pengajuan pereceraian yang masuk sebanyak 90 kasus sedangkan hari Selasa (4/1) sebanyak 88 kasus.

Selain menjadi tertinggi di Jawa Tengah, Pengadilan Agama kelas 1 A Cilacap juga meduduki peringkat ke -4 tingkat Nasional dalam perkara tinggi diselesaikan tepat waktu.

Maftukhin yang juga sebagai Hakim pada Pengadilan Agama Kelas 1 A mencatat angka perceraian pada tahun 2019 mencapai 6.480 kasus, di tahun 2020 sebanyak 6.038 sedangkan di tahun 2021 naik 15% menjadi 7.243 kasus. (tan/bercahayafm)

dok : google