Tim Kajida Sorot Lahan Tandus dan EWS

Lahan tandus dan abrasi yang dijumpai disejumlah titik sepanjang pesisir Pantai Selatan wilayah Cilacap menjadi sorotan Tim Kajian Daerah – Kajida Dewan Ketahanan Nasional Sekretariat Jendral Ketahanan Nasional. Diantaranya titik lahan di daerah Bunton – Adipala. Daerah ini disorot karena Cilacap yang memiliki potensi bencana gelombang tsunami dengan wilayah yang menghadap Pantai Selatan.

Sorotan disampaikan anggota Tim Kajida – Kolonel Infanteri Judi Paragina Firdaus saat menjadi narasumber dalam program siaran langsung, Dialog Aksi Nasional Bela Negara bersama Radio Bercahaya FM di Hotel Atrium Cilacap pada Jum’at (23/08/19).

Menurutnya, lahan tandus itu harus segera dibenahi untuk mengantisipasi gelombang tsunami yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Tidak hanya di titik daerah Bunton, tetapi pembenahan harus secara menyeluruh disepanjang Pesisir Pantai Selatan khususnya wilayah Cilacap. Terhadap hal ini, Judi Paragina meminta Bupati Cilacap dan jajaran Kodim 0703 untuk segera mengatasinya dengan menjadikan lahan sepanjang pesisir sebagai buffer zone. Diantaranya dengan penanaman mangrove dan jenis tanaman lainnya.

Selain lahan tandus dan abrasi, kunjungan Tim Kajida juga menemukan kerusakan dan hilangnya alat pendeteksi dini gelombang tsunami atau early warning system – EWS yang terpasang dibeberapa titik sepanjang Pesisir Pantai Selatan Cilacap. Menurut dia, kerusakan dan kehilangan itu antara lain karena faktor ulah orang tak bertanggung jawab. Ia menyebut, alat ini sangat vital bahkan dapat menjadi penentu nasib jutaan penduduk Cilacap, karena fungsinya yang mampu mendeteksi terjadinya gelombang tsunami secara cepat, dan biasanya beriringan dengan peringatan dari BMKG.

“Kontek Aksi Bela Negara tidak terbatas pada bidang pertahanan saja, namun memiliki cakupan yang sangat luas, dengan menyentuh semua sektor kehidupan, salah satunya adalah lingkungan,” tegasnya. (Ady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *