Tindak Tegas, Pemkab Cilacap Berhasil Menjaring 13 Ribu Pelanggar Protokol Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Cilacap terus mengintensifkan razia masker sebagai bagian dari penegakan Perda Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit di Kabupaten Cilacap. Razia yang dikenal sebagai Operasi Yustisi ini digelar menyeluruh di tiap wilayah Kabupaten Cilacap untuk memastikan warga taat protokol kesehatan.

Kepala Satpol PP Cilacap – Yuliaman Sutrisno mengatakan, pada era adaptasi kebiasaan baru, penularan di nilai dapat terjadi dalam berbagai situasi. Olehkarenanya, masyarakat dituntut harus mematuhi protokol kesehatan. Seperti meresponnya dengan langkah pencegahan atau preventif.

Adanya Perda No. 5 Tahun 2020, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Satpol PP dan jajarannya setiap hari mengadakan razia di manapun berada.

Yuliaman mengungkapkan, dalam Perda tersebut, pelanggar protokol bakal dikenai denda maksimal 50 ribu rupiah. Kemudian secara teknis, operasi yustisi ini dikatakan dapat langsung dilanjutkan dengan sidang di tempat. Seperti yang dilakukan Pemkab Cilacap di Gedung Sumekar pada Senin pagi, 12 Oktober 2020.

Kegiatan dijalankan menggunakan standar protokol kesehatan Covid-19 dengan melibatkan beberapa pihak. Diantaranya, Satpol PP Cilacap, Hakim, Panitera, Jaksa, Staf umum Pengadilan, PPNS, Saksi, Petugas Pemberkasan, dan Petugas Pelaksanaan.

Disinggung mengenai jumlah pelanggar yang terjaring razia, Yuliaman mengatakan, sampai saat ini totalnya ada sebanyak 13136 orang pelanggar. Dari jumlah tersebut, dikatakan ada 59 orang pelaku pelanggar yang mendapatkan sanksi denda sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2020 pasal 6 huruf e angka 1 tersebut.

Sedangkan dalam sidang yang digelar di Gedung Sumekar Kabupaten Cilacap, khususnya pada hari ini, ada sebanyak 14 orang pelanggar. Sementara untuk hasil putusan sidang, 13 orang dinyatakan terbukti bersalah dan 1 orang dibebaskan.

“13 orang ini merupakan masyarakat wilayah kota, yang kedapatan melanggar Perda Nomor 5 tahun 2020 pada saat dilaksanakan Operasi Yustisi oleh petugas,” imbuhnya.

Dia merinci, 13 orang tersebut dikenakan denda sebesar 24 ribu rupiah dan Biaya Perkara sebesar seribu rupiah. Sehingga total denda dari sidang hari Senin 12 Oktober 2020 adalah 325 ribu rupiah yang kemudian di setorkan ke Kas Daerah.

“Pemkab secara intensif sudah melakukan sosialisasi protokol kesehatan. Seperti rajin cuci tangan, tak berkerumun, hingga penggunaan masker dalam berbagai kesempatan. Pemkab juga berkoordinasi hingga gugus tugas level kecamatan dan desa. Sehingga dari hal ini diharapkan masyarakat dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjalankan aturan penggunaan masker seiring dengan diundangkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang penanggulangan penyakit di Kabupaten Cilacap,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *