TKI Asal Cilacap : Kami Kesulitan Mendapatkan Masker

Mewabahnya virus corona membuat sejumlah WNI yang bekerja di China khususnya di Hongkong belakangan ini mulai resah.  Keresahan itu dipicu lantaran  penyebaran virus tersebut tak hanya terjadi di kota Wuhan, melainkan juga di Hong Kong yang lokasinya tak jauh dari China daratan.

Koordinator Forum Komunitas Warga Cilacap di Hongkong – Sri Martuti yang akrab dipanggil Judy Houyai bercerita, dirinya dan TKI asal Cilacap lainnya mulai merasakan dampak mewabahnya virus Corona di China.

Digambarkan, situasi terkini di Hongkong  diklaim cukup mencekam dengan adanya wabah virus Corona. Salah satunya, adanya pembatasan aktifitas diluar rumah oleh otoritas pemerintahan China.

Lebih lanjut, kondisi ini diperparah dengan minimnya stok alat pelindung kesehatan berupa masker yang  terjadi di Hongkong. Sehingga buruh migran asal Indonesia yang mayoritas  bekerja di Hongkong selama ini dinilai sudah terancam kesehatannya.

“Kami yang setiap harinya bekerja disini harus pergi keluar rumah dan tentunya berinteraksi langsung dengan orang China,” ungkapnya.

Judy mengatakan, Pekerja Migran Indonesia – PMI Cilacap di Hongkong berharap agar Pemerintah Kabupaten Cilacap bisa memberikan perlindungan, dengan mengirimkan bantuan berupa masker. Pasalnya jumlah PMI asal Cilacap di Hongkong menempati posisi kedua setelah Jawa Timur. Yakni ada sekitar 1889 orang pekerja.

“Kami tidak pernah meminta apapun kepada Pemkab Cilacap, tapi untuk kali ini, kami ingin dibantu untuk mencegah  penyebaran virus corona,” kata warga asli Kelurahan Sidanegara Kecamatan Cilacap Tengah, Judy.

Terkait bantuan masker, kata dia memang sudah ada dari KJRI Hongkong, BUMN, dan organisasi yang membantu. Bahkan dari Pemprov NTB dan juga Pemda Ponorogo juga sudah membantu. Namun, banyaknya jumlah PMI di Hongkong menjadikan bantuan  tidak mencukupi.

“Besar harapan kami Pemkab Cilacap juga hadir sebagai wujud melindungi warganya yang kesulitan mencari masker. Karena satu lembar masker bagi kami sangat berharga. Apalagi di Hongkong sudah sangat sulit didapatkan masker. Kalau ada, harganya itu tidak murah dan jumlahnya sangat terbatas. Sekitar 380 HK Dollar, bahkan ada yang dijual lebih dari 1000 dollar HK atau atau sekitar Rp 665 ribu sampai Rp 1.750.000,” ungkap wanita asal Cilacap yang akrab dipanggil Judy.  

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr Pramesty Griana Dewi mengatakan, jika sampai saat ini belum ada rencana untuk mengirimkan bantuan masker kepada pekerja migran di uar negeri.

“Untuk saat ini tentang rencana pengiriman masker bagi PMI asal Cilacap di Hongkong masih dalam pembahasan antara Dinkes dengan Pemkab Cilacap ” ujar dr Pramesti.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *