Wayang Kulit Media Sarana Tangkal Hoaks

Kemajuan teknologi dan digital seperti layaknya pisau bermata dua. Yakni dapat memberikan manfaat atau nilai lebih pada penggunanya seperti percepatan teknologi dan informasi berbasis digital yang  ada saat ini perlu disikapi dengan bijaksana. Disisi lain akan berdampak negatif jika tidak bijak menggunakannya.

Salah satu dampak negatif adalah dijadikan media penyebar berita bohong atau hoax yang meresahkan dan dapat berakibat buruk. Hoax dinilai berbahaya dan mengancam persatuan bangsa. Terlebih pada saat ini tak sedikit hoax yang mengandung ujaran kebencian, ajaranĀ  berbahaya paham radikal dan lainnya.

Oleh karenanya sejumlah pihak meresponnya dengan berbagai cara. Salah satunya kalangan Pepadi yang kemarin menggelar wayangan dengan memanfaatkan momentum Hari Wayang Nasional. Wabup Syamsul yang hadir dan melantik Persatuan Dalang Indonesia Kabupaten Cilacap sekaligus menegaskan, kegiatan itu menjadi media dan sarana menangkal Hoax. Acara berlangsung di lapangan perumahan Setiabudi Kelurahan Kebonmanis, Kecamatan Cilacap Utara, Kamis (08/11/19).

Dalam sambutannya, Syamsul mengatakan, Wayang Kulit merupakan kesenian tradisional yang harus terus dilestarikan. Sebab katanya memiliki  manfaat serta peranan penting. Ia menggambarkan wayang kulit dulunya merupakan sarana untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa oleh para waliyullah. Sedangkan dimasa milenial saat ini keberadaan dan fungsinya sebagai media informasi, edukasi, maupun hiburan untuk masyarakat. Sehingga dalam perkembangannya wayang dapat menangkal kabar bohong atau hoax dan paham radikalisme yang mampu memecah belah bangsa.

Sementara para pengurus Pepadi Kabupaten Cilacap terlantik masa bakti 2019 – 2025, diharapkan terus menggenjot kualitasnya dalam melahirkan generasi penerus dalam seni pedalangan dan wayang. Selain itu pementasan Wayang  diharapkan turut menyosialisasikan program dan kebijakan pemerintah pada masyarakat luas.

“Saya berharap dengan kepengurusan Pepadi Cilacap periode 2019 – 2025 dapat membawa kemajuan pada budaya Wayang dan mampu menjadi penyambung lidah pemerintah Kabupaten Cilacap. Yaitu dalam wayang menyampaikan program – program pemerintah. Kalau dulu jaman wali wayang digunakan untuk menyebarkan agama, dijaman saat ini tantangannya adalah kemajuan era digitalisasi yang harus mampu menyaring berita hoax. Olehkarenanya melalui wayang masyarakat harus bisa menyaring segala kabar atau berita terlebih dahulu sebelum mensharingnya,” jelas Wabup.

 

Sementara Sekertaris Pepadi Provinsi Jateng – Bambang Sulandari mengungkapkan, kedatangannya ke Cilacap secara langsung untuk memahami perkembangan pedalangan dan wayang di Cilacap yang sejauh ini katanya cukup baik dan mampu melahirkan dalang cilik berbakat. Ia berpesan, Pepadi Cilacap dapat mempertahankan tren positifnya serta mengembangkan segala potensi yang ada di wilayahnya kerjanya. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *